News Room, Sabtu ( 16/07 ) Partisipasi aktif masyarakat dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaaan (PNPM-MP) sangat diperlukan, sehingga program tersebut dapat berjalan sinergi dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat Desa itu sendiri. Hal tersebut ditegaskan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Kabupaten Sumenep, Drs. R. Idris, MM kepada News Room. Menurutnya, fasilitator Kecamatan yang sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat, diharapkan dapat betul-betul maksimal diserap oleh warga masyarakat. “Program pemberdayaan masyarakiat tersebut memerlukan kesadaran dan pengertian dari masyarakat, sehingga program bisa berjalan dengan baik dan sempurna,”ujarnya. Sebab, yang berfikir, merencanakan, melaksanakan, mengelola, memanfaatkan dan seterusnya merupakan masyarakat itu sendiri. Karena itu, perlu bekal pemahaman jauh sebelum pelaksanakan program dilaksanakan, sehingga persepsi pembangunan yang banyak dilaksanakan dalam bentuk proyek selama ini tidak dimiliki oleh masyarakat. Diakui, persepsi masyarakat selama ini memang masih banyak yang beranggapan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan sebagai proyek. Padahal, PNPM Mandiri Perdesaaan datang untuk merubah pola pikir seperti itu. Karena yang diharapkan peran aktif masyarakat sendiri sebagai pelaku, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaannya. Mengapa program tersebut terus berlanjut dan bisa menjangkau hampir seluruh Desa di Kabupaten Sumenep. Karena, berdasarkan kenyataan yang sudah terealiasasi selama ini, hasil pelaksanaannya sangat membanggakan. Karena hampir seluruh pelaksanaan pembangunan, khususnya dibidang infrastruktur realisasinya mayoritas berlebih dari anggaran yang tersedia. “Jadi, itu menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi, karena disamping dana yang tersedia ditambah dana swadaya masyarakat, baik berupa uang, tenaga maupun pikiran.”pungkasnya. ( Ren, Esha )