Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-12-2005
  • 516 Kali

PENYIMPANGAN BANTUAN KOMUNITAS ADAT TEPENCIL SEGERA DI SURVEY

Sumenep-Infokom News Room : Bantuan untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Gelleman Kecamatan Arjasa pulau Kangean sebesar Rp. 2 Milyar, ternyata tidak tepat sasaran dan fiktif. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi D DPRD Sumenep, Badrul Aini, setelah menerima laporan dari salah satu LSM Kepulauan. Badrul memaparkan, dalam laporan itu, dijelaskan bahwa bantuan untuk pengadaan sumur, yang seharusnya di bor, ternyata hanya digali saja. Sehingga, galian sumur itu saat ini menjadi kubangan lumpur. Kemudian, Badrul menerangkan, bantuan yang berupa kambing, sebanyak 31 ekor, untuk diberikan kepada lanjut usia (Lansia) dan fakir miskin, ternyata tidak disampaikan kepada yang berhak, anehnya bantuan tersebut hanya dipinjamkan saja. Karena itu, Badrul mendesak Dinas Kesejahteraan Sosial, untuk segera melakukan pemantauan terhadap pemberian bantuan bagi KAT tersebut. Sementara itu, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Sumenep, Drs. H. Kurniadi Widjaja, M.Si ketika ditemui News Room di ruang kerjanya membantah, kalau bantuan berupa kambing itu tidak diberikan, karena pihaknya mempunyai Berita Acara Penyaluran bantuan itu kepada masyarakat Desa Gelleman tersebut. H. Kurniadi mengatakan, sebenarnya dana bantuan KAT itu, sebagian besar dari APBN. Sehingga, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena Dinkessos hanya sebagai instansi yang ditunjuk untuk mencari lokasi yang benar-benar terpencil, yang kemudian diusulkan kepada Pemerintah Propinsi. H. Kurniadi menuturkan, menanggapi adanya laporan tersebut, maka pihaknya berjanji hari Minggu besok (01/01), pihaknya akan melakukan survey langsung kelapangan, untuk mengecek apakah bantuan tersebut benar-benar sudah diberikan atau belum. Namun, H. Kurniadi menerangkan, survey itu hanya dilakukan pada bantuan kambing, karena Dinkessos hanya menangani masalah pendampingan saja, dengan dana bantuan sebesar Rp. 50 juta. ( Nita, Esha )