News Room, Kamis ( 14/10 ) Langit-langit kelas VII-2 di SMP Negeri 2 Kalianget, Sumenep, ambrol, yang diduga kuat kayu penyangga sudah lapuk. Beruntung tidak ada korban jiwa, karena saat kejadian seluruh siswa-siswi kelas tersebut, sedang beristirahat. Salah seorang siswi SMPN 2 Kalianget, Mega Livia Rini, mengaku kaget dengan ambrolnya atap kelas VII-2 tersebut. “Langit-langit kelas VII-2 itu ambrol, setelah pelajaran Bahasa Inggris berlangsung. Namun, tidak ada yang sempat terkena pecahan genting atau kayu, karena usai pelajaran itu teman-teman semuanya langsung istirahat diluar ruangan,”kata Mega, pada wartawan di SMPN 2 Kalianget, Sumenep, Kamis (14/10). Mega menjelaskan, dengan kejadian itu, siswa-siswi kelas VII-2 dialihkan ke ruangan lain. “Tapi, kami tetap trauma. Saya saja masih kebayang-bayang kejadian itu dan sampai kebawa mimpi,”ungkapnya. Sementara, Kepala TU SMPN 2 Kalianget, Purnawi, membenarkan ambrolnya atap kelas VII-2, saat ruangan kosong tidak ada peserta didik. “Waktu itu ruang kelas sedang kosong, tidak ada siswa satupun, sehingga anak-anak selamat,”ujarnya. Purnawi memaparkan, langit-langit ambrol itu terjadi dua kali, ketika pertama ambrol, siswa langsung diungsikan ke ruangan lain. “Dan, tidak lama kemudian langit-langit kembali ambrol. Untungnya siswa sudah dipindah,”terangnya. Langit-langit itu ambrol, kata Purnawi, diduga kayu penyangga sudah lapuk, sebab saat kejadian tidak ada angin dan tidak ada hujan. “Mungkin kayunya sudah lapuk, mengingat ruang kelas itu dibangun sekitar tahun 90-an, dan belum pernah mendapat rehab. Namun, tahun ini baru diusulkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK),”pungkasnya. ( Nita, Esha )