News Room, Kamis ( 04/08 ) Hingga bulan Juni 2011, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi semua jenis di Kabupaten Sumenep belum mencapai 100 persen. Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Pertanian Tanaman Pangan, rata-rata penyaluran pupuk bersubsidi semua jenis baru mencapai 8 persen hingga 60 persen. Kepala Bidang Sumber Daya dan Penyuluhan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Kurratul Aini, Kamis (04/08) mengatakan, penyaluran pupuk bersubsidi semua jenis pada petani, memang belum penuh 100 persen. Berdasarkan data penyaluran pupuk bersubsisi jenis urea 30, 89 persen atau 9.095 ton, SP-36 tersalurkan 45,15 persen atau 1.747 ton, Phonska realisasinya 32,15 persen atau 1.931 ton, ZA 60,81 persen atau 2.271 ton dan Organik tersalurkan 8,61 persen atau 278,48 ton. ”Kami optimis dengan penyaluran pupuk yang belum mencapai target alokasi higgga pertengahan tahun, kabupaten sumenep tidak mengalami kelangkaan pupuk, bahkan jika terjadi kekekurangan pupuk teresbut, pihak persuhaan siap menambah alokasi pupuknya,”tegasnya. Kurratul Aini menyatakan, kuota pupuk bersubsidi semua jenis kabupaten sumenep tahun 2011, yakni jenis Urea sebanyak 29.485 ton, SP-36 sebanyak 3.869 ton, Phonska sebanyak 6.007 ton, ZA 3.735 ton, dan Organik sebanyak 3.231 ton. Sisa alokasi pupuk bersubsidi semua jenis setalah dilakukan penyaluran pada petani, untuk jenis Urea sebanyak 20.390 ton, SP-36 sebanyak 2.122 ton, Phonska sebanyak 4.075 ton ton, ZA sebanyak 1.463 ton, dan Organik sebanyak 2.952 ton. “Berdasarakan presentase nya pupuk ZA paling banyak realiasinya, itu penyebabnya karena petani mulai menanam tembakau, yang tentunya membutuhkan pupuk ZA untuk tanaman tembakaunya,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )