Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-06-2011
  • 432 Kali

Pengusaha Batu Desa Langsar Panen Pesanan

News Room, Selasa ( 14/06 ) Para pengusaha batu di Kecamatan Saronggi mulai kebanjiran pesanan dari para pengusaha dan rekanan, tidak hanya dari Kabupaten Sumenep, namun juga dari Pamekasan. Bahkan, para pengusaha kewalahan melayani pesanan, karena kurangnya bahan baku untuk mengolah batu-batu menjadi kerikil. Seperti halnya yang diakui salah seorang pengusaha batu asal Desa Langsar, Kandar. Menurutnya, sejak awal bulan April 2011 lalu, pesanan batu oleh pengusaha di Sumenep maupun luar Kabupaten Sumenep cukup banyak. Bahkan, pihaknya sempat menolak untuk pesanan yang agak jauh dari lokasi tempat usahanya. “Sebab, untuk melayani permintaan pengusaha yang dekat dan merupakan pelanggan sejak lama saja sudah kewalahan, jadi kami masih terus berupaya mencari pesanan dari penambang batu diluar Desa Langsar,”ujarnya. Alasannya, karena para penambang batu, khususnya di Desa Langsar saat ini sudah mulai kewalahan menambang batu-batu di Desanya sejak beberapa tahun terakhir. Hal tersebut, karena semakin banyaknya mengusaha batu yang setiap hari menghasilkan batu-batu kerikil untuk bahan bangunan jalan dan sebagainya. Bahkan tidak hanya mencari dari sekitar Desa di Kecamatan Saronggi dan Bluto saja, juga mendatangkan dari Kecamatan Batuputih. Padahal diakui mantan Kades ini, dulunya di Desa Tanamerah sendiri merupakan daerah berbatu dan terjal, saat ini sudah berbeda dengan 10 atau 20 tahun yang lalu. Batu-batu yang terhampar liar ditegal dan lahan-lahan kosong di Desa Langsar, kini sudah menjadi areal pertanian. Bisa dibayangkan, bila setiap hari saja, mesin penghancur batu yang dimilikinya bisa menghasilkan 23 kubik. Namun, hasilnyapun juga sudah ditunggui para pemesan untuk dimuat ketempat mereka melaksanakan pekerjaan pembangunannya. Untuk mensiasati agar para pelanggan tidak kecewa, Kandar mengaku juga banyak melakukan kerjasama dengan para pengusaha batu lainnya, agar kebutuhan para pengusaha itu bisa berjalan sesuai ketentuan tender pekerjaannya, jika itu merupakan pekerjaan proyek. Diakui Kandar, para pemesan baru kerikil karena memang tidak hanya dari kalangan pengusaha, namun dari masyarakat dibeberapa Desa yang kebetulan menjadi panitia pembangunan yang sifatnya swakelola juga ada. “Ternyata pesanan batu tidak hanya dari pengusaha yang sifatnya proyek, namun sepertinya dari pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan swakelola masyarakat justeru juga banyak,”pungkasnya. ( Ren, Esha )