Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-11-2011
  • 281 Kali

Pengurus Kopwan Ikuti Bintek Peningkatan Kinerja Kopwan 2011

News Room, Rabu ( 30/11 ) Para pengurus Koperasi Wanita (Kopwan) di KAbupaten Sumenep yang mendapat dana bantuan pengembangan usaha melalui dana APBD Propisni Jawa Timur, mengikuti Bimbingan Teknis (Bintek) Peningkatan Kinerja Kopwan, yang dilaksnakan di Hotel Utami Sumenep, Rabu (30/11). Kepala Bidang Kelembagaan dan SDM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Akhmad Zaini, SE, MM kepada News Room, disela-sela kegiatan Bintek mengungkapkan melalui pelatikan dan bimbingan teknis diharapkan para pengurus dapat melaksanaan program kegiatan maupun pengadminityrasian sesuai ketentuan. "Sebab, bagi para pengurus Kopwan yang berhasil melaksanakan kegiatan dengan baik, akan mendapat tambahan dana penguatan dari Propisni Jatim sebesar Rp. 25 juta,"ujarnya. Diakui Akhmad Zaini, pada tahun 2009 lalu sebanyak 39 Kopwan di Sumenep mendapat tambahan dana penguatan sebesar Rp. 25 juta. karena itu, diharapkan melalui pelatihan-pelatihan secara teknis pengelolaan Kopwan betul-betul dapat bermanfaat bagi pengelolaan Kopwan oleh pengurus yang rata-rata para wanita ini. Dijelaskan, Propinsi Jawa Timur sendiri saat ini memiliki 10 Perguruan Tinggi Independen yang melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengelolaan Kopwan se Jawa Timur. Karena itu Pemerintah Kabupaten Sumenep bekerjasama dengan Universitas Trunojoyo Bangkalan untuk melaksanakan Bintek, agar dapat lebih baik dalam mengelola Kopwannya. Diharapkan, Usaha Kopwan tidak hanya dengan usaha simpan pinjam, namun bisa mengembangkan unit usaha produk lokal yang ada di Desanya. Seperti halnya di Kecamatan Pragaan dengan produk ukir-ukiran dan meubel, di Kecamatan Dasuk dengan unit usaha jambu mente, di Kecamatan Talango dengan usaha krupuk ikan dan berbagai produk lokal yang dimiliki masing-masing wilayah di Sumenep. "Bahkan, dari jumlah anggotanya Kopwan yang awalnya 25 orang bisa berkembang menjadi 50 hingga100 orang, sehingga usaha yang dijalankan juga akan berkembang, seperti simpan pinjam serta unit usaha lainnya."pungkasnya. ( Ren, Esha )