News Room, Jum’at ( 05/11 ) Kreatifitas masyarakat Desa Kertasada Kecamatan Kalianget yang tidak hanya mengandalkan cuaca dan kondisi alam dalam usaha produktif, perlu terus dikembangkan dan menjadi perhatian khsusus baik dari pemerintah, maupun para pemilik modal. Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Kertasada, H. Imam Muhdar ketika ditemui News Room tadi siang, Jum’at (05/11) mengungkapkan, beberapa usaha produktif masyarakat khususnya para pemuda di Desanya cukup tinggi. Hanya saja, terkadang masih terkendala dengan modal usaha. “Misalnya ketika para pemuda sekitar 20 orang diberi pelatihan membuat paving dua tahun lalu, mereka sudah bisa membuat meskipun masih sebatas untuk kelas lokal,”ujar Imam. Karena masih terbatas dengan peralatan yang belum memadai serta belum memiliki modal seperti para pemilik usaha beton lainnya. Sehingga, terkadang mereka lebih banyak menganggur jika tidak ada pesanan. Sementara kegiatan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) serta pemberdayaan ekonomi yang dilaksanakan Program penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2KP) dan PNPM-MP di Desa Kertasada masih belum bisa menjangkan memberikan bantuan untuk jenis usaha yang membutuhkan modal besar. Padahal, kerajinan pembuatan paving di Desanya tidak akan mengalami kendala terhadap bahan material yang dibutuhkan. Karena disana tempat pedagang pasir dari Jawa. Hanya saja dari sisi modal masyarakat masih kesulitan. Karena itu, pihaknya berharap ada program penguatan modal yang bisa menampung para pengrajin yang siap kerja ini. Disamping itu beberapa bentuk usaha produksi seperti kripik teki, krupuk ikan, krupuk amplang dan berbagai produk kerajinan lainnya di Desanya juga cukup banyak. Bahkan, hampir jarang ibu-ibu dan kaum wanita yang nganggur karena mereka mengisi waktunya dengan berbagai usaha home industri dirumah sendiri maupun tetangganya. Karena itu tegas Imam yang dua periode sebagai Kepala Desa Kertasada, tetap akan berusaha mencari peluang untuk memasarkan dan mencari modal usaha bagi para pencari modal usaha, baik kepada para pengusaha maupun pihak perbankan yang dapat membantu memberikan pinjaman usaha dengan sistim bagi hasil yang rendah. ( Ren, Esha )