Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-01-2012
  • 492 Kali

Pengkerdilan BPWS, Terkesan Kepentingan Pribadi

News Room, Sabtu ( 14/01 ) Keberadaan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) masih diperlukan, untuk menata dan mengelola pembangunan disekitar Jembatan Suramadu. Untuk itu, Anggota DPR-RI Dapil XI Madura, Ir. Achsanul Qasasi menilai, pengkerdilan BPWS yang muncul akhir-akhir ini, terkesan bukan kepentingan secara umum melainkan pribadi. “Kalau BPWS ini ditiadakan dan pengelolaan Jembatan Suramadu diserahkan pada Kepala Daerah, dipastikan 5 daerah, yakni 4 Kabupaten di Madura, serta 1 Kota Surabaya akan ribut, terutama Kota Surabaya dan Kabupaten Bangkalan,”katanya. Menurut Achsanul, BPWS masih layak dipertahankan guna menjembatani kepentingan 5 daerah, yang memiliki kepentingan berbeda-beda. “Kami amati memang sulit melakukan perubahan disekitar Surabaya. Karena sampai sekarang belum bisa ditentukan dimana kaki Jembatan Suramadu itu akan diletakkan, apakah di Surabaya atau Madura di Kabupaten Bangkalan. Ini tidak kunjung terlaksana,”terangnya. Hingga saat ini, kata Achsanul, sesuai pengamatannya jembatan Suramadu hanya sukses sebagai sarana percepatan arus transportasi dari Madura ke Surabaya dan sebaliknya, tanpa menunjukkan adanya kemajuan disektor perkonomian masyarakat Madura. “Kemungkinan besar faktor terbesar yang pengaruhi lambatnya pertumbuhan perkonomian warga Madura adalah tidak adanya tempat penginapan atau hotel disekitar Suramadu wilayah Madura, sehingga pendatang tidak merasa terikat ketika berkunjung ke Madura, mereka justru lebih senang menginap di Surabaya,”ungkapnya. Oleh karena itu, tugas BPWS jelas agar selalu berkoordinasi dengan lima kepala daerah dalam menata dan mengelola pembangunan disekitar Jembatan Suramadu. “Sinergi merupakan sebuah keharusan demi kemajuan Madura. BPWS maupun lima kepala daerah harus punya kemauan bersama untuk meningkatkan perekonomian wilayahnya, dengan memanfaatkan kehadiran Jemabatan Suramadu ini,”pungkasnya. ( Nita, Esha )