Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-01-2015
  • 578 Kali

Penderita DBD Meninggal Dunia Di Sumenep, Bertambah

News Room, Senin ( 26/01 ) Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang meninggal dunia di Kabupaten Sumenep, pada Januari ini, bertambah.

Sesuai laporan yang masuk pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Senin (29/01) ini, sudah ada 298 kasus DBD dan 3 penderitanya meninggal dunia. Sedangkan pada Rabu (21/01) kemarin, jumlah warga Sumenep yang positif menderita DBD sebanyak 168 orang, dan 2 di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, dr. Fathoni, M.Si menjelaskan, kasus DBD di Sumenep sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Salah satu penyebabnya adalah jumlah sementara kasus DBD yang terjadi pada Januari ini sudah lebih dari 3 kali lipat dibanding jumlah kasus DBD pada Januari pada tahun sebelumnya.

"Kasus DBD yang menyerang warga di Sumenep, tersebar di 78 Desa di 22 Kecamatan. Sementara, 5 Kecamatan yang belum ditemukan kasus DBD adalah Masalembu, Sapeken, Nonggunong, Gayam, dan Raas, semuanya di wilayah Kecamatan Kepulauan,"kata Fatoni, Senin (26/01).

Dengan meningkatnya kasus DBD ini, dr. Fathoni mengaku, telah meminta seluruh pimpinan Puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus DBD.

"Kalau ada temuan maupun laporan tentang dugaan kasus DBD, kami minta mereka langsung turun ke bawah untuk mengeceknya. Selain itu, kami berharap warga Sumenep untuk menggiatkan kembali gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),"terangnya.

Ia mengungkapkan, melalui gerakan PSN bisa dipastikan nyamuk yang menjadi penyebab DBD tidak bisa berkembang biak, karena sarang beserta jentiknya yang dibinasakan.

Dinkes Sumenep juga telah melakukan "fogging" atau pengasapan di sejumlah lokasi yang salah satu warganya positif menderita demam berdarah, sebagai bagian dari membasmi nyamuk penyebab demam berdarah. ( Nita, Esha )