News Room, Senin ( 15/04 ) Meskipun mendatangkan jutaan Wisatawan Nusantara (wisnu) dan puluhan Wisatawan Mancanegara (wisman), namun pendapatan wisata religi mulai Masjid Agung, Asta Tinggi dan Asta Sayyid Yusuf, tidak masuk pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Sumenep, Drs. Bambang Iriyanto, M.Si, menjelaskan, selama ini Pemerintah Kabupaten tidak pernah ikut campur dalam pengelolaan wisata religi, karena dikelola masing-masing yayasan. “Pemkab Sumenep hanya memberikan bantuan rehabilitasi bangunan. Pengelolaannya dilakukan masing-masing yayasan. Bagaimana pun juga Masjid Agung maupun Asta Tinggi itu merupakan cagar budaya yang harus diselamatkan, sebab merupakan simbol kejayaan Raja Sumenep masa lampau,” urainya. Bambang menerangkan, sebenarnya Pemkab Sumenep ada upaya untuk melakukan kerjasama dengan masing-masing yayasan tiga wisata religi tersebut, guna memberlakukan retribusi kepada pengunjung. “Pengunjung wisata religi kan cukup banyak, sayang kalau tidak bisa menyumbang ke PAD. Makanya, kami akan menggagas sebuah kerjasama dengan Yayasan Pengelola Asta Tinggi, Masjid Agung maupun Asta Sayyid Yusuf. Model kerjasamanya kami serahkan kepada masing-masing yayasan tersebut,” ungkapnya. Sementara, Ketua Yayasan Pengelola Asta Tinggi Sumenep, RB. Ruska Panji Adinda, merespon postif keinginan Pemkab setempat dalam menjalin kerjasama soal pengelolaan Asta Tingi sebagai wisata religi. “Kami Welcome terhadap keinginan Pemkab Sumenep, asalkan tidak mengganggu peran yayasan yang ada. Silahkan dikemas sebaik mungkin pola apa yang bisa dikerjasamakan guna menyumbang pada PAD Sumenep. Kita tidak merasa keberatan,” tandasnya. Sesuai data di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, selama tahun 2012, jumlah Wisatawan Mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Asta Tinggi sebanyak 36 orang, dan 30 orang ke Masjid Agung. Sedangkan pengunjung Wisatawan Nusantara (Wisnu) ke Masjid Agung sekitar 1 juta orang lebih, Asta Tinggi mencapai 725.337 orang, dan Asta Sayyid Yusuf sebanyak 89.886 orang. ( Nita, Fery )