Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-06-2011
  • 541 Kali

Pencari Kroto Ditemukan Tewas Penuh Sayatan Sajam

News Room, Kamis ( 02/06 ) Seorang pencari ‘kroto’ (untuk pakan burung), Riskam (40), warga Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, ditemukan tewas dibawah perbukitan yang berjarak 1 kilometer dari rumah korban, pada Kamis (02/06) pagi. Korban ditemukan pertama kali oleh Suriyanto, warga setempat, dengan kondisi penuh luka sayatan senjata tajam. Sedangkan, sepeda motor korban masih utuh yang berada tak jauh dari mayat korban. Kepala Desa Gelugur, Batuan, Misnal menceritakan, sejak Rabu (01/06) malam, korban memang pamit pada keluarganya untuk keluar rumah. Namun, sampai Kamis (02/06) pagi tak kunjung pulang. “Keluarga korban tidak menaruh curiga, karena kebiasaan korban sebagai pencari kroto, tiap malam selalu keluar rumah. Tapi, karena sampai pagi tidak pulang, keluarga putuskan mencari korban, yang akhirnya ditemukan tewas dibawah bukit tersebut,”kata Misnal, pada wartawan di Desa Gelugur, Batuan, Sumenep, Kamis (02/06). Dengan penemuan mayat korban, kata Misnal, pihaknya langsung melapor ke Polres Sumenep. “Kami tidak berani mengambil tubuh korban yang berada dibawah bukit, makanya kami lapor polisi,”terangnya. Sementara Kapolres Sumenep, AKBP Susanto mengungkapkan, pihaknya tidak bisa memastikan penyebab meninggalnya korban, karena masih butuh keterangan Dokter Kepolisian (Dokpol), apalagi sepeda motor korban utuh. “Dugaan sementara pun kami belum berani ungkapkan. Kita menunggu keterangan dari Dokpol. Yang jelas, saat dievakuasi, ditubuh korban ditemukan ada bekas luka dibagian pipi kiri dan tangan kiri seperti tertusuk senjata tajam (sajam), serta ada bekas jeratan tali dileher korban,”ungkapnya. Namun, upaya polisi untuk melakukan otopsi terhadap korban terkendala, sebab keluarga korban tidak mau mayat korban diotopsi. Kontan, dilokasi penemuan mayat, keluarga korban merebut mayat korban saat dimasukkan kedalam ambulance dan langsung membawanya kerumah duka beserta barang bukti seperti sepeda motor. “Ini tindakan yang keliru. Kami akan proses hukum, karena keluarga korban telah merampas korban dan barang bukti,”pungkasnya. ( Nita,Esha )