Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-06-2010
  • 473 Kali

Penarikan Kapal Spirit Majapahit Kelaut, Libatkan 165 Orang

News Room, Kamis ( 24/06 ) Penarikan Kapal Spirit Majapahit dari pinggir Pantai Wisata Slopeng kelaut, yang mulai dilakukan pada Kamis (24/06) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, melibatkan 165 orang. Proses penarikan tersebut, sempat terkendala gerimis dan tali penyeimbang yang diikat ke anjungan sebelah kiri putus. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Moh. Nasir, MM mengatakan, diperkirakan penarikan dari darat kelaut akan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. Karena, jarak kapal ke pantai sebenarnya hanya 20 meter, sedangkan kapal hanya mampu bergeser antara 5 hingga 10 cm. “Sampai Kamis (24/06) siang, penarikan kapal ke laut masih dilakukan. Sebab, Kapal Spirit Majapahit memang besar, maka prosesnya lama. Tapi, kalau penarikan berhasil, akan langsung berlayar ke Tanjung Perak, Surabaya, sambil dilakukan pengecekan terhadap mesin dan mempelajari karakter kapal tersebut,”kata H. Nasir, pada wartawan di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Sumenep, Kamis (24/06). Ia menjelaskan, selama perjalanan ke Surabaya, pihak crew Kapal Spirit Majapahit sambil mempelajari karakter kapal, sehingga saat diberangkatkan dari Jakarta menuju Brunei Darussalam berjalan dengan baik. “Diharapkan, dalam perjalanan tersebut tidak ada kendala, sehingga pelepasan yang direncanakan dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu bisa sesuai jadwal,”ungkapnya. Pembuatan Kapal Spirit Majapahit yang memiliki panjang 20 meter, lebar 4,5 meter dengan tinggi 2 meter ini, dilakukan selama 90 hari sejak tanggal tanggal 22 Maret 2010 lalu, dengan melibatkan 15 orang pekerja. Ciri khas dari kapal tersebut, adalah buritan atau bagian belakang lebih tinggi dari haluan atau bagian depan. Kapal Spirit Majapahit ini memang dipersiapkan untuk mengarungi 8 negara di Asia Timur dan Tenggara. Ke 8 negara yang akan diarungi Kapal Spirit Majapahit adalah Brunei Darussalam, Philipina, Jepang dengan menyinggahi 5 kota, yakni Okinawa, Kagoshima, Tokyo, Osaka, dan Fukuoka. Kemudian dilanjutkan ke Shanghai (China), Vietnam, Bangkok (Thailand) dan Singapura. ( Nita, Esha )