News Room, Sabtu ( 18/06 ) Penanaman tembakau diwilayah Kabupaten Sumenep, sejak dua pekan terakhir ini meningkat. Awalnya, bulan Mei 2011 lalu, lahan yang ditanami tembakau oleh petani hanya 7.000 hektar. Namun, sejak awal bulan Juni 2011, hasil pantauan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep, lahan yang sudah ditanami tembakau mencapai 11. 275 hektar. Kepala Dishutbun Kabupaten Sumenep, Ir. Arief Rusdi menjelaskan, saat ini para petani nampaknya mulai menggarap lahannya untuk menanam tembakau, karena cuaca sangat mendukung. “Dua pekan ini, Sumenep tidak diguyur hujan. Geliat petani dalam menanam tembakau mulai meningkat. Sekarang, lahan yang ditanami tembakau oleh petani meningkat mencapai 11. 275 hektar,”katanya. Sesuai data dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, kata Arief, proyeksi ideal lahan tanam tembakau di Sumenep pada tahun 2011 ini ditetapkan seluas 22.333 hektar dengan estimasi produksi sebanyak 13.400 ton. “Proyeksi ideal lahan tembakau di Sumenep pada tahun ini meningkat cukup signifikan dibanding tahun 2010 lalu, yang ditetapkan seluas 9.166 hektare dan realisasinya mencapai 10.500 hektar,”terangnya. Rusdi berharap musim kemarau tahun ini tidak "diwarnai" dengan curah hujan tinggi supaya penanaman tembakau oleh petani tidak terganggu. “Dari belasan hektar lahan yang sudah ditanami tembakau saat ini, tersebar di enam kecamatan. Semuanya, merupakan daerah pegunungan,”ungkapnya. Keenam Kecamatan yang sudah ditanami tembakau, yakni Kecamatan Pasongsongan, Guluk-guluk, Ganding, Lenteng, Bluto, Batuputih, dan Ambunten. Sementara di Sumenep, lahan yang dinilai cocok ditanami tembakau tersebar di 17 Kecamatan, semuanya di wilayah daratan. “Dengan data itu, masih terlihat ada sebagian daerah yang belum menanam tembakau,” pungkasnya menuturkan. ( Nita, Esha )