News Room, Jum’at (25/03) Pemerintah Kabupaten Sumenep, meningkatkan pengawasan terhadap pendistribusian minyak tanah (mitan) ke wilayah kepulauan setempat. Tindakan itu untuk mengantisipasi adanya permainan penyaluran mitan. Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Syaiful Bahri, M.Si menjelaskan, hingga Jum’at (25/03) ini, penyaluran mitan ke kepulauan berjalan normal, pihaknya belum menemukan maupun mendapat laporan adanya pengimpangan mitan. “Sampai sekarang, kami belum menerima laporan tersebut. Selama ini, kami tidak pernah melepaskan pengiriman mitan ke pulau tanpa di cek terlebih dahulu. Sebelum diangkut kapal, kami cek semua kondisi mitan termasuk tujuan dan jumlah drum yang diisi mitan. Kalau sudah sesuai, baru boleh berangkat,â€kata H. Syaiful di Sumenep, Jum’at (25/03). H. Syaiful juga mengungkapkan, pihaknya sangat berhati-hati dalam melakukan pengawasan terhadap penyaluran mitan ke kepulauan. “Bahkan, sejak dicabutnya mitan bersubsidi, kami selalu pantau keberadaan mitan dengan turun langsung ke pangkalan mitan. Selain cek harga, kami juga mengecek tentang jenis maupun warna minyak tanah yang ada. Sebab, untuk didaratan warna mitan bukan lagi ungu, tapi putih. Karena, mitan bersubsidi sudah dicabut oleh pemerintah pusat,â€terangnya. Hasilnya, kata Saiful, semua pangkalan mitan di Sumenep, tidak ada yang menyalahi aturan. “Dipastikan seluruh pangkalan minyak tanah menjual sesuai aturan. Tapi, kalau nantinya ditemukan ada yang melanggar aturan, tentunya kami beri tindakan berupa pencabutan ijin,â€ungkapnya. ( Nita, Esha )