News Room, Kamis ( 04/09 ) Penanganan banjir di Kabupaten Sumenep, dari tahun ke tahun terus diupayakan semakisimal mungkin, dapat diminimalisir. Hal tersebut, bisa dibuktikan dengan program penanggulangan bencana banjir yang telah banyak dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep hingga bantuan dari Propinsi dan pusat. Kepala Bidang Pembangunan dan Rehabilitasi Dinas PU. Pengairan Kabupaten Sumenep, Ir. Riyono kepada News Room, Kamis (04/09) menjelaskan, untuk penanggulangan banjir yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Sumenep sudah dilaksanakan sesuai harapan masyarakat. Seperti halnya dengan pengerukan di Kali Marengan di Desa Kertasada, dan di Kali Saroka Kecamatan Saronggi. “Untuk saat ini sudah bisa kami tanggulangai persoalan banjir yang sempat menjadi persoalan di Sumenep dalam beberapa tahun lalu,”ungkapnya. Meskipun diakui, untuk pembangunan penanggulangan banjir tahun 2014 ini ada kendala pengurangan angggaran dari pusat, sehingga untuk penambahan pembangunan penampungan air pada saluran normalisasi yang ada di Kali Marengan tidak bisa dilaksanakan tahun ini. “Namun, kami masih tetap usulkan untuk pembangunan tambahan got pembuangan saluran kecil di Kali Marengan sebelah kiri bisa dianggarkan pada RAPBP tahun ini,”ungkapnya. Untuk menjaga agar tidak sampai terjadi penyumpatan pada saluran-saluran kecil yang mengalir ke Kali Marengan, juga harus ada kepedulian dan mainset masyarakat, agar tidak membuang sampah sembarang, sehingga kejadian banjir akan bisa ditanggulangi, ketika hujan tiba-tiba datang dengan lebatnya. Sedangkan untuk di Desa Nambakor yang masih terjadi luapan air pada tahun lalu, pihaknya juga sudah melaksanakan koordinasi dengan pihak PT. Garam (Persero) sebagai pemilik lahan. Karena untuk memaksimalkan normalisasi Kali Saroka, juga perlu pembagian saluran di Desa Nambakor, agar tidak meluap ke Kali Saroka. “Pembahasan untuk pelebaran kali yang ada di Desa Nambakor dan Talang masih terus kami lakukan dengan pihak PT. Garam (Persero) sebagai pemilik lahan,”tambahnya. ( Ren, Esha )