News Room, Selasa ( 05/06 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep, terus berupaya mencari terobosan untuk memberikan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yang ditemukan salah satunya dengan menyiapkan stiker bagi mobil dinas berplat merah untuk menggunakan BBM nonsubsidi. Kabag Perekonomian Sekretariat Kabupaten Sumenep, Syaiful Bahri, menjelaskan, stiker itu disiapkan guna menyukseskan program pembatasan penggunaan BBM bersubsidi. Karena, hingga sekarang belum ada instruksi secara tertulis dari pemerintah pusat tentang larangan mobil dinas menggunakan BBM bersubsidi. “Kami memang menyiapkan stiker khusus bagi mobil plat merah sebagai langkah untuk menyukseskan program tersebut, sekaligus petunjuk mobil dinas tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi tapi harus menggunakan BBM nonsubsidi,”kata Syaiful, di Sumenep, Selasa (05/06). Syaiful mengungkapkan, untuk kepentingan perubahan pemakaian BBM bagi roda empat berplat merah, pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan PT Pertamina supaya menambah stok BBM nonsubsidi di SPBU di Sumenep. “Tapi, penambahan stok BBM nonsubsidi itu bisa dilakukan oleh SPBU kalau larangan mobil dinas menggunakan BBM bersubsidi sudah direalisasikan. Sebenarnya secara informal, Bupati Sumenep sudah mengimbau pejabat yang menggunakan mobil dinas memakai BBM nonsubsidi sejak awal April. Namun, itu sebatas imbauan saja,”terangnya. Bahkan, kata Syaiful, pada awal April 2012, pihaknya sudah melayangkan surat usulan kepada Bupati Sumenep supaya mobil dinas dengan kapasitas mesin di atas 1.300 CC dan produksi di atas 2005, menggunakan BBM nonsubsidi. “Hingga sekarang, kami belum menerima disposisi maupun petunjuk tertulis dari bupati tentang usulan tersebut,” ujarnya. Secara kelembagaan, Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah menggalakkan program penghematan penggunaan BBM. Salah satunya pemakaian sepeda pancal atau becak setiap hari Jumat, bagi PNS yang rumahnya dekat dengan kantornya. ( Nita, Esha )