Media Center, Sabtu ( 18/10 ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan, segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi warga yang terdampak gempa bumi beberapa waktu lalu.
Bantuan dana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep 2025, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, dalam memberikan perlindungan dan pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan, proses pendataan dan verifikasi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa masih terus diproses.
“Kami targetkan minggu depan penyaluran bantuan bisa dilaksanakan kepada warga yang sudah dilakukan asesmen atau verifikasi, serta dokumen persyaratan untuk mendapatkan bantuan sudah lengkap,” kata Bupati kepada Media Center, Sabtu (18/10/2025).
Pemerintah daerah berusaha mempercepat proses asesmen rumah yang mengalami kerusakan setelah gempa, agar tidak ada masyarakat yang terlalu lama menunggu bantuan untuk memperbaiki tempat tinggalnya.
“Kami berprinsip utama penanganan pascabencana adalah kecepatan dan ketepatan dalam memberikan bantuan, agar masyarakat bisa segera kembali menempati rumah yang layak dan aman,” terangnya.
Bupati mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen agar seluruh proses pemulihan pascabencana berjalan tuntas, bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi memulihkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
“Warga terdampak gempa untuk mendapat bantuan stimulan Pemerintah Kabupaten Sumenep, targetnya mulai minggu depan, setelah dokumen administrasi dan mekanisme teknis diselesaikan oleh instansi terkait,” ujarnya.
Diharapkan, dengan langkah cepat dan koordinasi lintas sektor ini, seluruh warga terdampak gempa di Kabupaten Sumenep, bisa segera memperoleh hunian layak dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.
“Kami ingin warga terdampak gempa segera memperoleh hunian layak, supaya mereka bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Ahmad Laily Maulidi mengatakan, bantuan APBD 2025 melalui pos anggaran belanja tidak terduga, untuk meringankan beban warga terdampak gempa bumi.
“Apabila warga telah melengkapi berkas persyaratan bantuan stimulan, secepatnya menerima bantuan nontunai melalui nomor rekeningnya masing-masing,” tandasnya.
Yang jelas, bantuan stimulan tidak berupa uang yang bersumber dari APBD saja, tetapi juga berasal dari elemen masyarakat dan dunia usaha, yang memiliki kepedulian sosial membantu korban gempa.
“Bantuan untuk membantu korban gempa, di antaranya dari Pemkab Sumenep, Pemprov, Baznas Jatim, Baznas Sumenep, pengusaha properti, pengusaha rokok, paguyuban warga Madura di Papua, pengusaha tambak dan dunia usaha lainnya,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )