News Room, Senin ( 02/04 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep meminta pelajar harus membekali ilmu pengetahuan dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni di era globalisasi dengan persaingan diberbagai bidang dan system transformasi teknologi, supaya mempu bersaing dengan Kabupaten/Kota lain di Jawa Timur. Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si ketika membuka Olimpiade Sains Nasional Kabupaten Sumenep tingkat SD/MI, SMP dan SMA Negeri/Swasta di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Senin (02/04) mengatakan, informasi membuat wajah dunia berputar begitu cepat, sehingga jika pelajar termasuk masyarakat berdiam diri tanpa membekali ilmu dan pengetahuan, pasti tidak mampu bersaing dengan Kabupaten atau kota lain di Jawa Timur. Karena itu, Dinas Pendidikan dan jajaranya harus menjaga kualitas pendidikan, terutama dalam pemilihan akses teknologi serta penanaman perilaku yang baik ditengah pergaulan dan permasalahan sosial saat ini. “Ada penelitian menunjukkan bahwa anak yang lahir setelah lahir tahun 1982 ketika berusia 21 tahun mereka telah menghabiskan 10.000 jam bermain video game, 20.000 jam nonton televisi, 200.000 jam memainkan email, dan 10.000 jam memakai HP. Jadi Ini tantangan bagi semua, bahwa teknologi pada satu sisi mendatangkan sesuatu yang bermanfaat, tetapi sisi lain jika kita tidak bisa mengatur waktu dan memilah teknologi menajdi korban teknologi,”tegasnya. Bupati menginginkan agar setiap siswa menanamkan jiwa perjuangan serta keberanian dalam mencapai suatu prestasi pendidikan, sehingga mampu menciptakan pribadi yang positif, optimis dan aktif. ”Perjuangan untuk menjadi yang terbaik memerlukan latihan maupun pendidikan khusus,”ungkapnya. Sementara itu Olimpiade Sains Nasional Kabupaten Sumenep, tingkat SD/MI diikuti 162 siswa terbaik dari semua Kecamatan baik daratan maupun kepulauan dan digelar mulai tanggal 2 sampai 3 april 2012. Sedangkan untuk OSN tingkat SMA diikuti 40 siswa, yang dilaksanakan pada 3-4 April, dan SMP pelaksanaannya pada tanggal 5 Mei 2012. ( Yasik, Esha )