Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-12-2025
  • 644 Kali

Pemkab Sumenep Komitmen Perkuat Kerukunan Umat Beragama demi Pembangunan Berkelanjutan

Media Center, Rabu ( 24/12 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen mendukung upaya penguatan kerukunan umat beragama, karena pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan sosial dan spiritual masyarakat. 

“Kami menyadari Kabupaten Sumenep tanpa kerukunan, tidak ada rasa aman, sehingga berdampak negatif terhadap pembangunan yang tidak bisa berjalan dengan baik,” kata Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim di sela-sela Safari Kerukunan dan Pelatihan Early Warning System Konflik Berdimensi Agama, di Aula Bappeda, Rabu (24/12/2025).

Masyarakat di tengah perkembangan teknologi informasi, media sosial, serta arus globalisasi, memiliki dinamika yang semakin kompleks, seperti kesalahpahaman, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan potensi konflik yang berlatar belakang agama jika tidak dikelola dengan bijaksana.

Pihaknya meyakini konflik yang berlatar belakang agama pada umumnya bukanlah konflik agama itu sendiri, melainkan konflik sosial yang kemudian diberi label agama. 

“Oleh karena itu, pendekatan yang harus dilakukan bersama bersifat komprehensif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, hingga generasi muda,” jelasnya.

Wakil Bupati (Wabup) menyatakan, seluruh pihak terkait untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antarumat beragama, antarwilayah, dan antarlembaga. 

Itu dilakukan untuk mendeteksi secara awal potensi konflik yang mungkin muncul di tengah masyarakat, sehingga tidak menunggu konflik terjadi, tetapi justru berupaya mencegahnya sejak dini melalui identifikasi gejala, pemetaan potensi kerawanan, dan penanganan yang cepat serta tepat.

“Kami minta semua elemen di daerah hendaknya menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sebagai sumber perpecahan demi membangun Kabupaten Sumenep,” terangnya.

Wabup mengharapkan, kegiatan ini memberikan manfaat yang besar dan berkelanjutan bagi masyarakat, serta menjadi kontribusi nyata dalam menjaga kedamaian dan persatuan di Kabupaten Sumenep.

“Safari kerukunan memiliki peran penting, bukan sekadar ajang silaturahmi antarumat beragama, tetapi merupakan sarana dialog, komunikasi, dan penguatan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, serta kebersamaan di tengah perbedaan,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )