News Room, Senin ( 12/07 ) Untuk meningkatkan produktifitas kerja dan pelayanan publik di Satuan Unit Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar revitalisasi kelompok budaya kerja. Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM saat pembukaan revitaliasi kelompok budaya kerja di Hotel Utami Sumekar, Senin (12/07) mengatakan, meski setahap demi setahap kinerja aparatur pemerintah mengalami peningkatan, namun kondisi tersebut masih kurang optimal, mengingat dalam pelayanan publik masih sering mengabaikan nilai-nilai norma, dan budaya kerja aparatur. Karena itu, guna semakin meningkatkan budaya kerja, dilakukan upaya dan usaha revitalisasi, sehingga mencapai penyempurnaan pencapaiannya. â€Kegiatan revitalisasi ini sebagai wujud keinginan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk meningkatkan budaya kerja aparatur pemerintah. Untuk itu, saya harapkan kegiatan ini benar-benar menghasilkan sesuatu, seperti yang diharapkan yakni peserta memiliki kemampuan dan pengetahuan yang bisa menunjang terciptanya budaya kerja dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep yang optimal,â€tegasnya. Bupati menyatakan, aparatur pemerintah harus menciptakan pemerintahan yang profesional, bermoral dan bertanggung jawab, sebab berkerja merupakan panggilan tugas mulai yang merupakan suatu ibadah, sehingga prestasi kerja termasuk aktualiasi jati diri. Ditempat yang sama Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Hadi Sutarto, M.Si mengungkapkan, pihaknya sengaja menggelar revitalisasi budaya kerja sebagai wujud ikhtiar Pemerintah Kabupaten Sumenep, untuk membangun komitmen SKPD dalam membentuk kelompok budaya kerja dalam rangka peningkatan kinerja yang sistimatis. Selama ini hanya sebagian SKPD saja yang telah membentuk kelompok budaya kerja, karena itu setelah kegiatan tersebut, semua SKPD mempunyai kelompok budaya kerja dalam mendukung tugas pokok dan fungsinya. â€Kami harapkan SKPD yang sudah membentuk kelompok budaya kerja agar semakin aktif, dan SKPD yang belum memiliki kelompok budaya kerja diharapkan secepatnya membentuk kelompok budaya kerja. Itu dilakukan, mengingat kelompok budaya kerja dipandang sebagai gairah kerja yang sistimatis,â€tegasnya. Hadi Sutarto menambahkan, pengurus dan anggota kelompok budaya kerja merupakan aparatur pemerintah dimasing-masing SKPD, dan pembahasan dalam kelompok budaya kerja tersebut, yakni pelayanan pada masyarakat dan pelayanan admisnistrasi. Sementara itu pelaksanaan revitalisai kelompok budaya kerja berlangusng sejak tanggal 12 hingga 14 Juli 2010 besok, dengan melibatkan peserta sebanyak 39 aparatur pemerintah. ( Yasik, Esha )