Media Center, Jumat ( 15/12 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menilai Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur membuka kas titipan di Sumenep sangat tepat. Karena, akhir-akhir ini kondisi perekonomian Kabupaten Sumenep semakin membaik.
“Misalnya saja, pendapatan perkapita penduduk Sumenep dari tahun 2015 dan 2016 mengalami kenaikan. Buktinya, tahun 2015 pendapatan perkapita masyarakat Sumenep sebesar Rp. 25,33 juta, sedangkan tahun 2016 meningkat menjadi Rp. 26,90 juta,”kata Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. R. Idris, MM pada pembukaan dan peresmian Kas Titipan BI di Kabupaten Sumenep, Jumat (15/12) di Bank BNI 1946 Sumenep.
Ia menyatakan, penanaman modal dalam negeri non fasilitas di Sumenep hingga triwulan III tahun 2017 mencapai Rp. 1,6 triliun atau meningkat hampir 300 persen, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 yang hanya Rp. 394 milyar.
Meningkatkanya penanaman modal itu menunjukkan, bahwa Kabupaten Sumenep semakin dilirik dan mendaapat kepercayaan dari investor, apalagi tahun depan dengan program Kunjungan Wisata Sumenep 2018 yang menggelar 39 kegiatan wisata, perputaran uang di Sumenep semakin meningkat.
“Tentu saja kami ingin dengan kondisi riil itu, pihak-pihak terkait, utamanya dunia perbankan harus mengimbangi penyediaan sarana infrastruktur ekonomi yang memadai,”imbuhnya.
Plt Sekda Kabupaten Sumenep berharap Bank BNI 1946 Cabang Sumenep yang mendapat kepercayaan sebagai bank pengelola layanan kas titipan Bank Indonesia, bisa memberikan pelayanan jasa perbankan terbaik kepada masyarakat Sumenep.
“Kami (Pemerintah Kabupaten Sumenep) senantiasa siap dan terus mendukung setiap program pemerintah pusat maupun kalangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk perbankan. Itu dilakukan sebagai upaya Pemerintah Daerah mempercepat akselerasi pembangunan Kabupaten Sumenep di masa mendatang,”pungkasnya. ( Yasik, Esha )