Media Center, Selasa ( 27/02 ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan tindakan taktis mengatasi banjir dengan normalisasi 14 titik saluran air.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Cipta Karya Kabupaten Sumenep, Drs. Bambang Irianto, M.Si mengatakan, pekerjaan normalisasi terhadap 14 titik saluran air itu akan segera dikerjakan.
“Kami akan melakukan normalisasi terhadap 14 titik saluran air,” kata Bambang Irianto, Selasa (27/02).
Rencananya, Dinas Perumahan Rakyat Pemukiman dan Cipta Karya akan mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi terjadinya banjir di Sumenep, yakni membuat saluran baru, mulai jalan Kartini hingga Jalan Jati Mas untuk dibuang ke Kali Patrian dengan tinggi 5,6 meter dan jaraknya sejauh 1030 meter.
Selain itu juga membuat saluran baru yang menghubungkan saluran Jalan Raya Gapura sisi utara menuju Kali Patrian, dengan jarak 600 meter dengan beda elevasi hampir 2 meter.
“Normalisasi saluran MTs Negeri menuju Koramil, saluran baru Jl. Pahlawan-Perempatan Tugu Keris melewati Jl. KH. Zainal Arifin menuju Kali Kebun Angun atau Kali Anjut. Normalisasi juga akan dilakukan saluran air yang berada di depan Rumdis Wakil Bupati menuju Kali Marengan, disertai dengan satu (1) pompa yang kapasitasnya 1,5 meter kubik/detik,” ungkapnya.
Pembuatan saluran baru depan Rumdis Bupati Sumenep akan juga dibuat menuju Kali Marengan, kemudian saluran baru di Jl. Trunojoyo bagian selatan, dari perempatan terminal baru menuju Kali Saroka. Selain itu, juga pembuatan saluran baru di depan Masjid Jamik menuju saluran ke Jalan Dr. Wahidin.
“Sedangkan saluran di Jl. KH. Mansyur dirubah arah alirannya, yang awalnya dari barat menjadi dari timur. Untuk saluran air di samping Puskesmas Pandian dan sistem drainase di Kecamatan akan dilakukan normalisasi,” terang mantan Kepala Disbudparpora Kabupaten Sumenep ini.
Terjadinya genangan air di beberapa lokasi perkotaan Kabupaten Sumenep setiap hujan deras turun, diakibatkan karena tidak berfungsinya drainase dan adanya perubahan tata guna lahan (land use). Selain itu juga banyak area terbuka yang dapat menyerap air, saat ini berubah menjadi lahan berpaving atau di plester, sehingga pada saat hujan deras tidak ada serapan.
“Ini perlu penanganan serius dan segera ditangani. Oleh karena itu, saya langsung mengirimkan surat ke Bupati untuk meminta petunjuk dalam pelaksanaan proyek normalisasi saluran air di Sumenep, jika hal itu dilaksanakan semua anggarannya sekitar Rp 55 miliar,” ujarnya.
Akan tetapi pada tahun 2018 ini, pihaknya sudah mengambil langkah awal dalam penanganan banjir dari luapan Kali Marengan, yakni membuat rekayasa sistem drainase dalam mengurangi daerah pematusan (cathment area) dengan anggaran total Rp 7 miliar yang akan digunakan untuk normalisasi di empat (4) titik.
Ke empat titik tersebut, yakni saluran drainase Jl. Gapura ke Kali Patrian, pembangunan saluran MTsN-Koramil menuju Kali Patrian, Pembangunan Kolam Detensi Perumahan Asabri dan pembangunan Drainase Jl. Kartini-Jl. Jati Mas Emas menuju Kali Patrian.
“Jika dilakukan semua pada tahun ini tidak ada anggaranya, karena akan menelan anggaran sekitar Rp 55 miliar, makanya kami melakukannya secara bertahap,” pungkasnya. ( Nita, Esha )