Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-02-2013
  • 493 Kali

Pemerintah Propinsi Jawa Timur Gandeng Prancis

News Room, Selasa ( 26/02 ) Delegasi Pemerintah Pripinsi Jawa Timur memanfaatkan betul kesempatan kunjungan ke Eropa. Tak hanya tampil maksimal dengan status Province of charm dalam pameran Muba 2013 di Basel, Tim Ekonomi Pemerintah Jawa Timur juga aktif menggalang kerja sama dengan pihak-pihak yang punya keahlian dan kemampuan untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki Jawa Timur. Selama sehari penuh kemarin, delegasi yang dipimpin Hadi Prasetio, asisten ekonomi dan pembangunan Pemprop Jatim , berunding serta mencapai kesepakatan dengan 3 pihak di Prancis. Yang pertama adalah Brest Metropole, lembaga yang dibentuk daerah atau provinsi-provinsi di Prancis untuk menjalin kerja sama dan penelitian dengan daerah kawasan lain di seluruh dunia. Pemprop Jatim juga meningkatkan kerja sama dengan lembaga penelitian dari Universitas de La Rochelle. Pada saat yang sama Pemprop Jatim berminat memperbanyak mesin pengering buah dan sayur buatan Profesor Karim Allaf yang deberi nama DIC. “Mereka sudah ada pembicaraan dengan kami. Nah, dalam kesempatan ke Eropa ini, kami ingin apa yang sudah dibicarakan itu lebih dikonkritkan lagi,”jelas Hadi dalam pertemuan dengan para mitra Jawa Timur di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris, Prancis. Dengan Brest Metropole, Jawa Timur mencapai kesepakatan dalam bentuk letter of intent yang terkait dengan pengembangan maritim. Ada 3 issue yang disepakati dengan Brest Metropole. Yakni, pengembangan bio-resources seperti perikanan, pengembangan rumput laut, dan budi daya perairan. “Kami sangat menghargai upaya Pemprop Jawa Timur untuk menggandeng kami,”ujar Vice Director of Brest Metropole Oceane, M. Michel Morvan seusai pertemuan. Sebagai tindak lanjut, disepakati pembangunan Tradition Maritime Center yang melibatkan kedua pihak. Selain itu, agenda seminar internasional tentang rumput laut disiapkan dan dijadwalkan sekitar April tahun ini. Sedangkan dengan Universite de La Rochelle, Pemprop Jatim akan menindak lanjuti hasil penelitian yang juga melibatkan ITS Surabaya. Selain itu, kedua pihak sepakat mendorong aplikasi dari penemuan salah seorang Profesor Universite de La Rochelle, yakni Profesor Karim Allaf, soal mesin pengering hasil hortikultura yang diberi nama DID. ( JP, Ingun, Esha )