News Room, Rabu ( 12/06 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep, melakukan evaluasi terhadap kinerja 5 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat, Rabu (12/06) pagi. Kelima BUMD milik Pemkab Sumenep, adalah Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), PT. Wira Usaha Sumekar (WuS), Perusahaan Daerah (PD) Sumekar, dan PT. Sumekar Line. Evaluasi tersebut, dilakukan secara langsung oleh Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si Bupati mengatakan, hasil evaluasi itu, dari 5 BUMD milik Pemkab Sumenep, hanya 1 Badan Usaha yang dinilai sudah sehat, yakni BPRS Bhakti Sumekar. Sedangkan 4 BUMD lainnya masih tergolong tidak sehat. “Selama 3 tahun terakhir ini, BPRS Bhakti Sumekar mampu memberikan masukan bagi Penghasilan Asli Daerah (PAD) Sumenep sesuai target. Pada tahun 2012 lalu, BPRS sudah menyumbang PAD senilai Rp. 4 miliyar lebih. Sementara, 4 BUMD lainnya masih dibawah target PAD. Makanya kami anggap tidak sehat, perlu perbaikan manajemen dan kinerja,”kata Bupati Sumenep, Rabu (12/06). Bupati menegaskan, jika dalam waktu 2 tahun lagi, 4 BUMD itu tidak bisa memenuhi target PAD, akan dilakukan re-strukturisasi (pergantian) pimpinan dimasing-masing BUMD tersebut. “Pimpinan di 4 BUMD yang kurang sehat itu memang baru menjabat antara 1 hingga 2 tahun. Jadi, masih banyak sisa hutang yang harus dilunasi dari peninggalan pimpinan sebelumnya. Tapi, kami tidak melihat itu. Terpenting adalah bagaimana dalam waktu 2 tahun kedepan bisa mencapai target. Kalau tidak, bisa saja tahun 2015 nanti kami lakukan pergantian pucuk pimpinan di 4 BUMD yang tidak sehat tersebut,”tegasnya. Direktur PDAM Sumenep, Drs. Ec. Zainal Alim, MM salah satu pimpinan BUMD kurang sehat, menjelaskan, sejak penyertaan modal dari Pemkab pada tahun 2010, memang capaian PAD bagi badan usahanya belum terpenuhi akibat adanya kebocoran, baik teknis maupun non teknis. “Tapi terus berupaya memenuhi target PAD. Seperti tahun 2012, kami sudah mampu menyumbang PAD senilai Rp. 155 juta. Butuh perbaikan diberbagai segi. Kemungkinan besar target PAD 20 persen bisa tercapai pada tahun 2015 mendatang,”ungkapnya. ( Nita, Esha )