Sumenep-Kominfo News Room: Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, memutuskan untuk membentuk Badan Otorita Pembangunan Madura. Badan ini akan meneruskan pembangunan dan pengembangan kawasan Madura setelah selesainya pembangunan jembatan Surabaya Madura (Suramadu), akhir tahun 2008 mendatang. Sambil menunggu selesainya Jembatan Suramadu tersebut, Kawasan Madura bakal disiapkan sebagai kawasan industri dan pelabuhan di masa datang. Sebab itu, pembenahan sarana dan prasarana harus segera dipersiapkan mulai sekarang ini. Demikian disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, dalam keterangan pers, seusai mengikuti rapat koordinasi terbatas mengenai pembangunan Jembatan Suramadu, Rabu (8/11) di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta. â€Jembatan Suramadu yang dibangun tidak hanya untuk orang menyeberang, tetapi diharapkan juga dapat membuat Madura bisa berkembang pembangunan dan perekonomiannya. Madura merupakan daerah tertinggal. Memang tak mudah membangun Madura secara cepat. Sebab itu, infrastruktur di sana harus dibangun dulu,†ujar Imam. Menurut Imam, pembenahan yang akan dilakukan meliputi infrastruktur, termasuk kebutuhan air, kebutuhan energi, kebutuhan jalan lalu lintas, dan juga pelabuhan yang akan digeser dari Tanjung Perak menuju wilayah Madura. Untuk menyusun organisasi dan personil Badan Otoroita, Imam mengaku diberi waktu dua minggu untuk segera menyusunnya. Sementara, menurut Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, Tanjung Perak, Surabaya, sebagai pelabuhan kedua terbesar di Indonesia, secara nasional bakal mengalami kejenuhan dalam waktu dua hingga tiga tahun kedepan. â€Oleh karena itu, tak mungkin kita mengembangkan pelabuhan Tanjung Perak, mengingat Selat Madura sudah sangat sempit. Lahan di kawasan itu juga sudah sangat terbatas. Oleh karena itu Departemen Perhubungan dan Pemerintah Daerah Jawa Timur akan mengembangkan ke kawasan Madura yang ditopang dengan selesainya jembatan Suramadu,†ujar Hatta. ( KCM,Ong )