News Room, Senin ( 13/04 ) Rencana pembentukan Tim Penulis Bahasa dan Budaya Madura yang digagas Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, dinilai pengamat pendidikan di Sumenep tidak serius. Pasalnya, hingga saat ini belum ada kelanjutan apapun terkait pembentukan tim tersebut.
“Kita sempat dengar dari media dan juga dari pihak Disdik. Menurut kami sebenarnya ini suatu terobosan yang bagus, di tengah kurangnya referensi bahasa dan budaya Madura. Tapi mana tindak lanjutnya?,”kata pembina LP2M (Lembaga Pengembangan Pendidikan Madura) di Sumenep, Amin Jakfar pada Newsroom, Senin (13/04).
Sementara, salah satu pemerhati bahasa dan budaya Sumenep, H. A. Baisuni mengaku senang dengan adanya rencana tersebut. Menurutnya sayang jika rencana itu hanya jadi wacana belaka. “Itu bagus kalau diwujudkan. Jadi jangan hanya jadi angin lalu,”tambahnya.
Beberapa waktu lalu telah diberitakan bahwa sebuah Tim khusus untuk penulisan bahasa dan budaya Madura di Sumenep dalam waktu dekat akan dibentuk. Tim ini dipromotori oleh seksi Kurikulum Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Pra pembentukan, tim ini dikoordinir oleh salah satu praktisi bahasa Madura di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Dr Muhammad Saidi, M.Pd.
“Idenya beberapa minggu lalu. Kebetulan saya diminta langsung oleh pak Kadir, kasi Kurikulum Bidang Dikdas, untuk menangani pembentukan tim ini,”ujar Saidi waktu itu.
Latar belakang pembentukan tim penulisan itu menurut Saidi karena minimnya buku acuan bahasa dan budaya Madura. Kalaupun ada itupun hanya sebatas buku bahasanya saja, yang menurut Saidi kadang ditulis oleh yang bukan ahlinya. “Buku-buku itu juga kadang terbitan kabupaten lain, seperti Pamekasan dan Bangkalan,” tambahnya.
Selang berapa lama, terjadi perubahan atau mutasi pimpinan di Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Kabid yang lama Fajar Santoso diganti oleh Fajarisman. Saat ini Fajar Santoso dimutasi menjadi Pengawas. Sedangkan Fajarisman sendiri sebelumnya menjabat Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.
Ditemui di ruang kerjanya selepas mutasi, Fajarisman mengaku akan melanjutkan rencana pembentukan tim tersebut. “Nanti akan saya tindak lanjuti. Sekarang ‘kan masih baru beberapa hari pindah ke sini, jadi banyak yang masih belum saya pahami secara detail program-program bidang pendidikan dasar,”katanya waktu itu.
Namun tidak sampai seminggu setelahnya, Fajarisman kembali mengatakan masih akan membicarakannya dengan Kasi kurikulumnya. Ia janji akan menginformasikan seminggu kemudian pada media ini. Namun hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut. ( Farhan, Esha )