News Room, Rabu ( 21/10 ) Tim 9 yang akan menangani pengembangan lapangan terbang (lapter) Trunojoyo Sumenep, yang memasuki tahapan persiapan pembebasan lahan, dengan dana APBD sebesar Rp. 3 milyar, akhirnya terbentuk. Wakil ketua tim 9, Drs. H. Iskandar Zulkarnain, MM, mengatakan, setelah ini pihaknya akan fokus pada pelaksanaan pembebasan lahan. Namun, untuk pembebasan lahan itu akan melibatkan pihak ketiga, yakni PT. Sukofindo Surabaya. “Proses pembelian lahan itu tetap memerlukan pihak ketiga, dalam hal ini lembaga independen sebagai penafsir harga. Karena, aturannya memang begitu, semua persoalan penentuan harga pembelian lahan dilakukan oleh lembaga independen,†terangnya. H. Iskandar menjelaskan, penentuan harga itu mutlak harus dilakukan lembaga independen, untuk mengurangi kecurigaan negatif pada Pemerintah Kabupaten. “Ini proyek besar dan berhubungan langsung dengan masyarakat. Jadi, harus betul-betul netral, dalam artian tidak menguntungkan salah satu pihak,†tegasnya. Sementara itu, Sekretaris tim 9, Drs. H. Kusbandi, mengatakan, untuk jumlah lahan yang akan dibebaskan di sekitar lapter belum diketahui. Karena, masih dalam tahap persiapan. “Kami belum berpikir mengenai jumlah lahan yang akan dibebaskan. Tapi, yang jelas pembebasan lahan itu akan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia,†ungkapnya. Ia menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan tim 9, yakni akan melakukan sosialisasi kepada pemilik lahan, yang dilanjutkan dengan inventarisasi dan negosiasi mengenai harga beli lahan yang akan dibebaskan tersebut. “Diminta kepada pemilik lahan, agar tidak terlalu tinggi menaikkan harga beli lahannya. Karena, pembelian itu akan disesuaikan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP),†katanya. ( Nita, Esha )