Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-01-2008
  • 534 Kali

Pelayanan Kesehatan Gratis Gakin Terancam

News Room, Kamis (24/01) Masyarakat keluarga miskin (gakin) Kabupaten Sumenep, terancam tidak akan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Sebab, anggaran Asuransi Kesehatan bagi Keluarga Miskin (Askeskin) dari pemerintah pusat, untuk tahun 2008 mengalami penyusutan sebesar 3 Milyar rupiah. Sebelumnya pemerintah pusat menganggarkan dana Askeskin sebesar 12 Milyar rupiah , namun saat ini pemerintah pusat menganggarkannya hanya 9 milyar rupiah. Sehingga, gakin yang mendapat Askeskin juga akan dikurangi, karena disesuaikan dengan anggaran yang ada. Kepala Rumah Sakit Daerah dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. H. Dzulkifli Mahmudz, M. Si mengatakan, anggaran Askeskin untuk tahun 2008 mimang mengalami pengurangan, namun kondisi itu langsung direspon oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Hal itu terbukti, pada pembahasan APBD 2008, Pemerintah Kabupaten Sumenep menganggarkan Askeskin sebagai dana pendamping dari Pemerintah Pusat sebesar 2 Milyar Rupiah. H. Kifli menerangkan, meskipun Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah menambah dana Askeskin itu, tapi tetap saja tidak akan bisa mengcover seluruh gakin yang ada di Kabupaten Sumenep. Karena berdasarkan data tahun 2007 lalu, dari 12 milyar rupiah anggaran Askeskin dari Pemerintah Pusat, masih menyisakan hutang sebanyak 3 milyar rupiah kepada pihak Rumah Sakit Daerah Sumenep, sehingga bisa dibayangkan, dana 11 milyar rupiah yang merupakan dana gabungan dari Pemerintah Pusat dan dana pendamping Pemerintah Kabupaten itu, dimungkinkan tidak akan mampu mengcover secara keseluruhan untuk keluarga miskin di Kabupaten Sumenep. Ketika disinggung, apakah ada upaya penambahan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap dana 2 milyar rupiah tersebut, mengingat dana yang akan tersedia belum mencukupi. Kifli menandaskan, jika dalam perjalanannya nanti memang betul-betul tidak cukup, maka pihaknya akan berusaha melakukan mekanisme pengusulan penambahan anggaran melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). H. Kifli menjelaskan, meskipun anggaran Askeskin mengalami pengurangan dari pemerintah pusat, namun pihaknya yakin tidak akan mempengaruhi terhadap pelayanan di RSD yang ia pimpin, karena kebutuhan obat-obatan untuk peserta Askeskin selalu dipenuhi atau disuppley dengan baik. Sementara untuk penagihannya itu gampang, karena bisa dimusyawarahkan sambil menunggu pencairan dari pemerintah pusat. ( Nita, Soek, Esha )