Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-05-2006
  • 477 Kali

PELAYANAN KESEHATAN GRATIS BELUM TERWUJUD

DPRD Sumenep-News : Keinginan sejumlah fraksi di DPRD Sumenep untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis dipuskesmas tampaknya belum dapat terwujud tahun ini. Hal itu dipastikan setelah Jawaban Eksekutif yang disampaikan Bupati Sumenep KH RAMDLAN SIRADJ, SE, MM, Senin lalu, di ruang Garaha Paripurna Dewan, membeberkan kesulitan gagasan tersebut dapat diwujudkan. Menurut Bupati RAMDLAN, saat ini di Puskesmas-puskesmas tengah diterapkan sistem asuransi semesta. "Adalah suatu transfer resiko dengan premi melalui jaminan mendapatkan konpensasi berupa benefit", paparnya. Hal itu terjadi, lanjut Bupati, jika kemudian puskesmas mengalami kerugian akibat suatu resiko. Sementara disisi lain, biaya pelayanan kesehatan cenderung selalu meningkat. Sedangkan pada umumnya masyarakat yang meminta pelayanan kesehatan, kondisinya sedang dalam keadaan sakit. Yang menarik, meskipun disampaikan telah ada sistem asuransi yang dianut puskesmas sat ini, Bupati juga memaparkan langkah-langkah yang harus diambil jika pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas nantinya akan diwujudkan.Ada beberap proses yang harus dilakukan untuk mewujudkan pembebasan pelayanan kesehatan di puskesmas. "Namun demikian, sebelum diterapkannya pembebasan biaya pelayanan kesehatan di puskesmas, perlu adany pembenahan infra struktur dengan perhitungan tarif pelayanan kesehatan yang lebih rasional", ungkapnya. Adapun perhitungan tarif, lebih jauh Bupati menjelaskan, dapat ditentukan melalui pendekatan kemampuan membayar (Ability to pay) dan kemauan membayar (Willingness to pay). Selain dua pendekatan tersebut, juga perlu dilakukan perhitungan unit cost dengan mempertimbangkan; angka kematian, frekuensi sakit, jumlah kunjungan baru dan lama, angka rawat inap, angka rata-rata lama hari rawat inap, angka rujukan, angka pelayanan persalinan normal dan angka persalinan resiko tinggi. Usulan pembebasan biaya pelayanan kesehatan di puskesmas, disuarakan Fraksi Partai Golkar, Fraksi Amanat Rakyat dan Fraksi Kebangkitan Bangsa. Usulan disampaikan ketiga fraksi tersebut dalam Rapat Paripurna ke dua dalam penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-fraksi.(Bagian Humas)