Media Center, Kamis ( 16/03 ) Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengharapkan, pelatihan wirausaha muda tidak senantiasa berkutat pada teori saja, namun menekankan pada praktek lapangan, karena apabila sekedar terori yang jadwalnya 3 tahap tanpa praktek, pihaknya menilai setelah selesai pelatihan, peserta tidak bisa memadukan antara teori dan prkatek.
”Saya minta pelatihan yang dilakukan 3 tahap ini tidak banyak teori, bagaimana setelah teori dilanjutkan dengan praktek yang tentunya persentasenya lebih ke praktek,” katanya saat membuka pelatihan wirausaha muda di Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumenep, Kamis (16/03).
Bupati mengungkapkan, dengan memeprbanyak praktek lapangan, dampaknya cukup besar terhadap peserta, mengingat peserta dengan melakukan praktek bisa menambah pengetahuan dan wawasannya. Bahkan, kegiatan praktek lapangan menjadikan orang kreatif, karena orang yang kaya pengalaman pasti menghasilkan kreatifitas dan kreatifitas itu lahir tidak di atas meja.
”Jangan bermimpi jadi orang kreatif jika hanya mengandalkan terori diatas meja, kreatifitas tumbuh hasil dari kerja dan orang yang bekerja keras pasti memikiki kreatifitas dan inovasi.”ungkapnya.
Bupati menambahkan pembimbing yang mayoritas berasal dari pengusaha sukses, hendaknya menularkan ilmu dan pengethuannya, dengan harapan pelatihan wirausaha muda benar-benar berhasil dan dampaknya juga terhadap lapangan kerja di Kabupaten Sumenep.
”Saya sudah tanya ke panitia, dan ternyata pembimbingnya pengusaha sukses, sehingga diharapkan pelatihan ini lebih banyak ke praktek, agar lebih bermanfaat kepada peserta,”tegas Bupati. ( Yasik, Esha )