News Room, Kamis ( 03/06 ) Puluhan mahasiswa Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, yang mengatas namakan Aliansi Mahasiswa Pecinta Demokrasi menggelar aksi menolak pelantikan Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) dan Presiden Mahasiswa (Presma) perguruan tinggi swasta tersebut. Aksi tersebut membuat rencana pelantikan DLM dan Presma yang dijadwalkan pada pukul 09.00 WIB di Graha Adikara Unija itu menjadi berantakan, karena mahasiswa yang menolak dan mendukung pelantikan DLM dan Presma bentrok. Akibatnya, seorang mahasiswa bernama Hesbi Fawaid, Fakultas Pertanian semester 2, mengalami luka di bagian wajah. Bentrok tidak berlangsung lama, karena sebagian mahasiswa dan civitas akademika lainnya melerai dan menenangkan mahasiswa yang bentrok. Salah seorang koorlap aksi, Masari, mahasiswa Fakultas Ekonomi semester 6, mengatakan, pihak menolak pelantikan DLM dan Presma BEM dilakukan. Karena proses pemilihan yang dilakukan saat Pemilu Raya dulu dilaksanakan secara inkonstitusional. “Jangan sampai DLM dan Presma BEM Unija dilantik oleh rektor, karena prosesnya melanggar aturan pemilihan saat Pemilu Raya,â€Âkata Masari saat berorasi di depan ruang Graha Unija Sumenep, Kamis (03/06). Pasca terjadinya bentrok, Graha Adikara Unija dijaga ketat aparat kepolisian, sebab mahasiswa yang menolak pelantikan masih menggelar aksi dan menunggu Rektor Unija Sumenep, Dr. Ir. Ida Ekawati, MS. Namun, setelah melalui perundingan yang cukup serius, akhirnya Ketua Yayasan Unija Sumenep, Drs. H. Kurniadi Widjaja, M.Si menyatakan, bahwa pelantikan Dewan Legislatif Mahasiswa dan Presiden Mahasiswa ditunda hingga terpilihnya Rektor Unija yang baru, sehingga para pendemo langsung membubarkan diri secara teratur. Aksi penolakan pelantikan Dewan Legislatif dan Presiden Mahasiswa itu merupakan kelanjutan dari aksi sebagian mahasiswa lainnya yang menolak Pemilu Raya Kampus beberapa waktu lalu. Pemilu Raya Kampus tersebut untuk memilih Dewan Legislatif dan Presiden Mahasiswa. ( Nita, Esha )