Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-10-2008
  • 382 Kali

Pelaksanaan Program JPES Dan PAM DKB Dievaluasi

News Room, Kamis ( 30/10 ) Pelaksanaan program Jaring Pengaman Ekonomi Sosial (JPES) dan PAM DKB di Kabupaten Sumenep yang sudah dilaksanakan sejak awal bulan Oktober 2008 lalu, ternyata saat ini secara umum sudah terlaksana sekitar 35 persen dari sejumlah Desa yang memperoleh program tersebut. Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si ketika ditemui di kantornya, usai rapat evaluasi bersama fasilitator dan Tim Program di Aula Kantor Bappeda Sumenep, Kamis (30/10) mengakui dari hasil evaluasi Tim, mayoritas pelaksanaan JPES dan PAM DKB di lapangan sudah cukup bagus. “Secara umum semua sudah dilaksanakan dengan baik, termasuk di kepualuan. Meskipun memang ada sebagian yang belum bisa melaksanakan dengan alasan kendala bahan material yang belum datang, sepertti di Desa Jate pulau Giliraja Kecamatan Giligenting,”ujar H. Soengkono Sidik. Namun ketika dilakukan kunjungan kelapangan, ternyata kendala bahan material memang banyak ditemukan, utamanya terjadi di kepualuan. Sedangkan di kecamatan daratan meskipun ada, namun bahan banyak yang memang sudah siap, dan tinggal menunggu pelaksanaannya. Karena itu, sesuai aturan apabila dalam pelaksanaannya sudah mencapai 30 persen lebih untuk pencairan dana tahap kedua sudah bisa dilakukan. Yang jelas saat ini sudah dalam pelaksanaan laporan setelah dilakukan evaluasi oleh Tim dari hasil laporan masing-masing Pokmas. Sekedar diketahui, anggaran tahun 2008 Kabupaten Sumenep memperoleh anggaran melalui APBD Propinsi sekitar Rp. 5 milyar lebih untuk 67 Desa, yang masing-masing Desa mendapatkan dana sebesar Rp. 70 juta hingga Rp. 80 juta, sedangkan untuk APBD Kabupaten Sumenep berkisar Rp. 2 milyar lebih untuk 33 Desa. ( Ren, Esha )