News Room, Senin ( 04/08 ) Tenggelamnya Perahu Motor (PM) Joko Kodok milik Mandamar (42) di perairan Bangkau yang menewaskan 1 orang, ternyata disesalkan oleh anggota dewan asal kepulauan Sapeken, Badrul Aini. Menurut Badrul, seharusnya peristiwa naas itu tidak terjadi, jika Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sapeken mengikuti keinginan warga, yang meminta agar tempat pemungutuan suara (TPS) dipecah-pecah. Sebab, lokasi menuju pencoblosan dari 1 Desa saja membutuhkan jarak tempuh 1 jam. “Bisa dibayangkan, apalagi perjalanan hanya bisa dilakukan lewat jalur laut. Ini memang sangat tidak layak,â€Âujarnya. Kondisi laut saat ini, kata dia, sedang tidak bersahabat, gelombang laut bisa mencapai 2 hingga 4 meter dan angin kencang. “Seharusnya situasi ini dijadikan acuan bagi panitia Pilkades, agar warga yang ingin menggunakan hak pilihnya tidak dirugikan, dan menjadi korban,â€Âterangnya. Sementara itu, Koordinatos Satkorlak PBP (Penanggulangan Bencana dan Pengungsi) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, MM mengaku sudah menerima laporan tenggelamnya PM Joko Kodok tersebut. “Saya sudah instruksikan kepada Muspika setempat, supaya memberikan pelayanan dan perawatan secara intensif kepada para korban yang selamat,â€Âpaparnya. Pendataan terhadap 16 penumpang yang berhasil diselamatkan terus dilakukan. Dipastikan, pihaknya akan memberikan bantuan. Namun, bantuan itu bisa diberikan jika betul-betul diperlukan. “Kita akan lihat, bantuan apa yang diperlukan oleh korban. Sebab, 3 diantara 16 korban yang selamat masih mengalami kritis,â€Âtegasnya. ( Nita, Esha )