Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-08-2006
  • 469 Kali

PELAKSANAAN FESTIVAL MACOPAT 2006 BERAKHIR

Sumenep-Kominfo News Room : Festival Macopat 2006 yang digelar selama 2 malam, Selasa hingga Rabu (22-23/08) di depan Labang Mesem Keraton Sumenep telah berakhir dilaksanakan. Pelaksanaan Festival Macopat 2006 se Kabupaten Sumenep yang baru pertama kali digagas oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumenep ini dalam rangkaian memperingati HUT ke 61 Kemerdekaan RI tahun 2006 diikuti sebanyak 90 peserta penembang pria dan wanita mewakili perkumpulan Macopat yang ada di setiap Desa dan Kecamatan. Melalui kriteria penilaian yang meliputi, kalimat, pengucapan, suara, laras, guru bilangan, guru suara, penampilan dan waktu yang ditentukan Dewan Juri yang diketuai Abdurrahman, BA dan dibantu anggota yang terdiri dari Busar Jazeri, Sabriyono, Moh. Sahlan, dan H. Moh. Adnan itu dapat ditentukan para juaranya sebagai berikut, 5 penembang terbaik unggulan pria, masing-masing Moh. Hasan dari perkumpulan macopat Irama Merdeka Desa Kalianget Timur, Sahama Setia Kawan Desa Parsanga, Muni Pasir Putih Desa Legung, Matrogo Irama Merdeka Desa Kalianget Timur, dan Samsudin Seni Rahayu Desa Kebundadap Barat. Untuk 5 penembang terbaik pria, masing-masing Akli Sumber Urip Desa Gunggung, Sulaiman Rukun Setia Desa Karang Anyar, Abdurrahman Sinar Baru Desa Pinggirpapas, Moh. Said Samber Sekar Budoyo Desa Kalinget Timur, dan H. Asy’ari Sumber Makmur Desa Karang Anyar. Sedangkan 5 penembang terbaik pemula wanita, masing-masing Norin dari perkumpulan macopat Setia Rahayu Desa Kebundadap Barat, R. Ajeng Nora Sekar Utama Kelurahan Kepanjin, Eny Syarkiyah Sinar Nyomo II Desa Kalianget Timur, Sri Yuliani dan Anis Suwarni Sekar Utama Kelurahan Kepanjin. Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan kepada Nurhasanah yang masih duduk di bangku SMP kelas 1 dari perkumpulan Sumber Urip Desa Gunggung, sebagai penembang kehormatan. Sementara itu, salah seorang pemerhati seni budaya macopat asal Desa Paberasan Kecamatan Kota Sumenep, KH. Moh. Ismail disela-sela pelaksanaan festival ini menuturkan, seni budaya macopat yang awalnya merupakan bawaan masyarakat Budha itu sempat dijadikan sasaran oleh Sunan Giri sebagai syiar Islam, dan ternyata berhasil. Namun KH. Ismail berharap kepada semua pihak untuk bersama-sama melestarikan dan tidak melihat sebelah mata terhadap nilai-nilai seni budaya macopat yang hampir tenggelam ini. ( Esha, Soek, Ong )