Sumenep-Kominfo News Room : Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus bersih dari masalah korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Namun sebagai pelayan masyarakat, PNS dituntut bekerja secara efektif, efisien, profesional dan akuntabel. Untuk mewujudkan hal itu, seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) harus mengikuti diklat pra jabatan yang dalam kegiatannya menanamkan tiga unsur pendidikan, yakni kepemimpinan, integritas, dan profesionalisme. Sekretaris Bandiklat Pemprop Jatim, I Made Sahariyana, SH, MM dalam acara penutupan Diklat Pra Jabatan golongan II, angkatan 58 dan 59 di Bandiklat Malang, Jumat (09/03) mengatakan, Diklat Pra Jabatan menjadi tumpuan reformasi di lingkungan birokrasi. Ini juga sekaligus sebagai gebrakan dan gerakan moral untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan amanah. Tuntutan ini semakin perlu seiring di berlakunya otonomi daerah yang memiliki konsekwensi terhadap ketersediaan SDM aparatur yang tanggap, kreatif dan inovatif. Selain pegawai negeri sipil (PNS), untuk menjawab tantangan reformasi itu diperlukan dukungan semua komponen bangsa. Oleh karena itu masyarakat khususnya PNS sendiri harus dibekali dengan sikap dan mental serta wawasan yang memadai agar dapat mengemban amanah secara profesional. Made menjelaskan, pendidikan dan pelatihan pra jabatan sendiri, sifatnya wajib diikuti oleh semua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), agar dapat diangkat menjadi PNS. Diklat tersebut juga bukan sekedar untuk memenuhi syarat administrasi belaka, namun memiliki arti penting dalam pembentukan pola sikap dan perilaku, sekaligus sebagai wahana untuk membuka wawasan mendasar tetang posisi PNS dalam pemerintahan, pelayanan dan pembangunan serta etika PNS . Lebih lanjut Made mengatakan, ada empat hal tujuan diselenggarakannya Diklat ini, pertama meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara professional dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi. Kedua menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Ketiga, memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada palayanan, pengayonman dan pemberdayaan masyarakat. Ke empat untuk kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya pemerintahan yang baik. Mengingat pentingnya Diklat itu, pihaknya berharap agar para peserta memanfaatkan wahana ini untuk mengembangkan kompetensi sikap, perilaku dan wawasan sebagai PNS Pada diklat pra jabatan kali ini, Bandiklat Pemerintah Propinsi Jawa Timur meluluskan seluruh peserta Diklat Prajabatan golongan II angkatan 58 dan 59 tahun 2007 yang berjumlah 312 orang. Tidak adanya yang tertunda kelulusan ini, diharapkan diklat prajabatan dapat dijadikan modal untuk meniti karier sebagai Pegawai Negeri Sipil yang berkualitas dan profesional. ( JNR,Ong )