Media Center, Kamis ( 23/12 ) Sebagai bentuk rasa peduli terhadap kaum duafa, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) menggandeng Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep melakukan bedah rumah milik seorang duafa di Desa Rombiya Timur, Kecamatan setempat.
Ketua Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Ganding, KH. Moh. Haqqi Ahata, mengatakan, giat bedah rumah milik warga NU yang tergolong duafa tersebut merupakan bentuk kepedulian pengurus NU Kecamatan Ganding dan IKA-PMII Kecamatan Ganding untuk memberikan tempat atau rumah yang lebih layak terhadap warga NU yang kurang mampu.
“Rumah tidak hanya tempat berteduh bagi manusia, namun yang lebih penting adalah tempat beribadah kepada Allah SWT,” kata Ketua Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Ganding saat meletakkan batu pertama pada bedah rumah tersebut, Rabu (22/12/2021).
Lebih lanjut, Kiai Haqqi menyatakan, bahwa masih banyak masyarakat di Kecamatan Ganding yang kurang mampu yang untuk menyambung hidup masih menunggu uluran tangan orang lain.
“Bedah rumah ini sangat bermanfaat sekali, selain bermanfaat bagi pemilik rumah. Kegiatan ini juga bernilai ibadah bagi kader dan warga NU yang menyisihkan hartanya untuk pembangunan rumah ini,” imbuhnya.
Sehingga, bedah rumah tersebut akan menjadi program rutin tahunan bagi pengurus NU dan kader-kader NU.
“Karena apa yang kita sumbangkan untuk pembangunan ini menjadi amal jariah bagi kita semua,” terangnya di sela-sela bedah rumah berlangsung.
Sementara itu, Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kecamatan Ganding, Moh. Rusydi menyampaikan, bedah rumah milik Bapak Sanimin, warga Dusun Klampok Timur Desa Rombiya Timur ini merupakan hasil donasi sahabat-sahabat IKA-PMII dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Ganding.
“Kami memprogramkan bedah rumah ini karena melihat rumah Pak Sanimin yang terbuat dari gedek itu hampir roboh dan sudah tidak layak huni dan kondisinya saat ini sudah tidak bisa bekerja lagi lantaran kakinya patah akibat jatuh dari pohon sawu saat nguli ke tetangganya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, rumah hunian milik Pak Sanimin dibangun dengan ukuran 4 x 6 meter itu estimasinya yang akan menghabiskan biaya sekitar Rp30 juta. Sementara pembangunan rumah ini diperkirakan akan selesai selama satu minggu ke depan.
“Dana yang terkumpul saat ini masih belum sampai Rp30 juta, oleh karena itu kami masih membuka donasi bagi para dermawan, warga dan kader NU untuk ikut serta mendonasikan sebagian hartanya untuk pembangunan bedah rumah ini,” harapnya. ( KIM-SRKND/Ismi,Fer )