News Room, Senin ( 13/04 ) Kegiatan operasi katarak gratis bagi masyarakat di Kabupaten Sumenep yang dilaksanakan Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (PC-LKNU) Sumenep yang bekerjasama dengan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, serta Yayasan Seribu Cinta, BPRS Bhakti Sumekar, Baznas Sumenep dan Pemerintah Kabupaten Sumenep, dapat berjalan dengan baik.
Ketua Lembaga Kesehatan PC-LKNU Sumenep, Hadariadi kepada News Room, Senin (13/04) mengungkapkan, kegiatan operasi katarak gratis yang dilaksanakan Sabtu hingga Minggu kemarin, merupakan kegiatan tahap II, setelah sukses melaksanaan kegiatan operasi katarak gratis tahap I di tahun sebelumnya.
“Kami berharap, kegiatan kerjasama yang dijalin sebagai kegiatan sosial kepada masyarakat yang sulit menjangkau untuk operasi katarak, akan mampu memberikan nilai positif bagi kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Bahkan, pihaknya berharap kerjasama yang telah terjalin selama ini bisa terus berkesinambungan sebagai misi kemanusiaan, yang memang dilaksanakan PC-LKNU Sumenep dalam beberapa tahun ini. Dan menjelang Pra Konferensi NU Sumenep juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial, kemasyarakatan, ekonomi, pendidikan, budaya dan sebagainya.
Pihaknya juga sangat bersyukur atas dukungan dan perhatiannya yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Sumenep, serta pihak terkait lainnya. Bahkan, respon Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, yang telah hadir langsung dalam acara seremonial pembukaan kegiatan operasi katarak yang dilaksanakan di Hotel C1, Sabtu (11/04) kemarin.
Sementara Kepala Bagian Pelayanan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Drg. Tatik Kristiawati, M.Si, mengungkapkan, melalui kegiatan operasi katarak gratis, bisa dapat mengurangi para penyandang katarak, sehingga keinginan pemerintah Kabupaten Suemenep dalam menuju Sumenep bebas katarak 2020 bisa terwujud.
Dijelaskan, pendaftar untuk operasi katarak ini seluruhnya sebanyak 336 orang, dan 15 diantanya juga dari kepulauan, namun yang positif bisa dilakukan operasi sebanyak 115 dan 8 orang dari kepulauan. Seperti dari kepulauan Giliyang, Nonggunong dan kepulauan Raas.
“Para pasien yang dioperasi katarak ini, disamping memang dibantu dari pelaksana, juga ada pasien yang merupakan peserta BPJS, SPM serta Jamkesmas,”tambahnya. ( Ren, Esha )