Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-05-2013
  • 573 Kali

Pasir Ditambang Secara Liar, 2 Pulau Di Sumenep Hilang

News Room, Senin ( 13/05 ) Penambangan pasir secara liar yang dilakukan warga yang tidak bertanggung jawab, menyebabkan 2 pulau di Kabupaten Sumenep hilang. Kedua pulau itu adalah Pulau Pasir Putih, dan Pulau Kramat, di Kecamatan Giligenting. Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Ir. Bambang Prayogi mengatakan, hilangnya 2 pulau itu diketahui setelah pihaknya bersama Kepala Kantor Energy dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan kunjungan ke pulau tersebut. “Kunjungan kami kesana (Pulau Kramat dan Pasir Putih, Red) terkait banyaknya kabar adanya penambangan pasir secara liar. Ternyata ketika tiba dilokasi, 2 pulau itu sudah hilang atau tertutup air laut. Ini sungguh memprihatinkan,”kata Bambang, Senin (13/05). Berdasarkan informasi dari warga di Pulau terdekat dengan 2 pulau yang hilang itu, lanjut Bambang, pengerukan pasir di 2 pulau tersebut dilakukan oleh warga Kabupaten Pamekasan yang mengaku pulau itu masuk bagian dari Kabupaten Pamekasan. “Warga sudah berusaha mengusir mereka, tapi karena mereka ngotot kalau 2 pulau itu masuk Kabupaten Pamekasan, akhirnya warga sekitar tidak bisa berbuat banyak. Sungguh tidak masuk akal. Sebab selama ini, 2 pulau itu adalah bagian dari 126 pulau di Sumenep, dan Kabupaten Pamekasan tidak memiliki pulau 1 pun,”tandasnya. Anehnya lagi, menurut Bambang, pengerukan pasir dilakukan warga Pamekasan itu dengan menggunakan alat modern, bukan lagi menggunakan cangkul seperti yang dipakai oleh warga didaratan. Akibatnya, pasir yang ada di 2 pulau itu cepat habis hingga tenggelam. “Alat yang digunakan mereka sudah canggih, pasir yang ada disedot dengan alat modern,”ungkapnya. Dengan kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep harus mengambil langkah cepat dan tegas. Jika dibiarkan, dikhawatirkan penambang pasir liar itu juga akan mengeruk Pulau Pandan yang lokasinya tidak jauh dari 2 pulau yang hilang. “Saat ini pengerukan warga dari Pamekasan agak menjorok ke Pulau Pandan. Nah, kalau dibiarkan bisa saja Pulau Pandan nantinya juga akan hilang. Itu artinya, pulau di Sumenep akan semakin berkurang,”pungkasnya. Sementara Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si membenarkan adanya penambangan pasir secara liar di 2 pulau tersebut. “Saya sudah menerima laporan dari Kantor ESDM mengenai kondisi Pulau Kramat dan Pasir Putih di Kecamatan Giligenting. Penambangan pasir di lokasi itu sudah lama terjadi. Kami tidak akan membiarkan itu terjadi terus menerus. Ini harus dihentikan dengan cara apapun,”tegas Bupati Sumenep. Karena itu, Bupati mengagendakan untuk datang langsung kelokasi pulau tersebut dan pihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati Pamekasan, karena penambangnya adalah warga Pamekasan. Namun pihaknya akan turun dulu kebawah. “Akhir bulan ini kami akan datang langsung kelokasi. Harus tahu sendiri kebenaran pulau tersebut, karena menyangkut Kabupaten lain. Secara administratif, 2 pulau itu masuk Sumenep dan Pamekasan tidak memiliki pulau,”pungkasnya. ( Nita, Esha )