Media Center, Jumat ( 12/05 ) Angka pasien terkonfirmasi positif Virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Sumenep berjumlah enam orang dari sebelumnya sebanyak lima orang, setelah ada tambahan satu orang yang positif terpapar virus itu.
“Satu orang tambahan pasien Covid-19 termasuk pasien keenam adalah warga Sumenep yang selama ini menetap di Surabaya, karena bekerja di salah satu perbankan di Surabaya,” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si saat jumpa pers di Posko Covid-19 Kabupaten Sumenep, Jumat (15/05/2020).
Pasien ke enam terpaksa pulang ke Kabupaten Sumenep untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya sendiri, setelah yang bersangkutan mengetahui hasil rapid test yang dilakukan adalah reaktif.
Pasien itu setelah menjalani isolasi mandiri selama empat belas hari melanjutkan pemeriksaan swab tenggorokan di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, yang hasilnya pada tanggal 14 Mei diketahui terkonfirmasi Covid-19.
“Saat ini, pasien ke enam berada di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk isolasi proses penyembuhan,” imbuh Bupati dua periode ini.
Bupati menyatakan, sebanyak enam pasien Covid-19 terpapar virus bukan di wilayah Sumenep, tetapi semua pasien terjangkit virus itu dari Surabaya, seperti ke lima pasien terpapar Covid-19 setelah mengikuti pelatihan di Surabaya baik itu pelatihan haji maupun pelatihan perbankan.
“Semua pasien itu memang terpapar Covid-19 di Surabaya, jadi sebaran virusnya bukan di wilayah Kabupaten Sumenep,” jelasnya.
Yang jelas, jajaran Pemerintah Daerah bersama anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh elemen masyarakat, terus melakukan berbagai upaya dalam menangani dan mencegah penyebaran Covid-19, agar Kabupaten Sumenep bebas dari virus itu.
“Kami bersama semua elemen baik Polres, Kodim 0827, pemeritahan desa, tokoh agama dan masyarakat telah bekerja untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di masing-masing daerahnya,” tambahnya.
Bupati berharap, masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Masyarakat juga mematuhi protokol kesehatan seperti jaga jarak, cuci tangan sesering mungkin, memakai masker, menjaga imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, termasuk menghindari panik dan khawatir,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )