Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-04-2012
  • 439 Kali

Pasien Membludak, Tidur Dilantai Dan Membawa Kasur Sendiri

News Room, Senin ( 30/04 ) Kurangnya fasilitas pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Dungkek, Kabupaten Sumenep, menyebabkan tidak bisa menampung pasien. Terbukti, para pasien yang rawat inap di Puskesmas tersebut, sebagian terpaksa tidur dilantai dan membawa kasur sendiri. Salah seorang keluarga pasien dari Desa Bancamara (Pulau Giliyang), Kecamatan Dungkek, Ridawi (30) mengatakan, dirinya sudah 4 hari berada di Puskesmas setempat, dalam kondisi berdesakan. “Bagaimana tidak berdesakan, satu ruangan ditempati 5 pasien padahal kapasitas kamar rawat inap itu hanya 3 pasien. Istri saya (Subaidah, Red) sebenarnya tidak betah tapi mau apa lagi memang tempatnya terbatas,” katanya. Sementara itu, Dokter Puskesmas Dungkek, dr. Zarawanda Anjasmoro membenarkan jumlah pasien yang membludak hingga harus dirawat dilantai dan dia mengakui jika kapasitas kamar pasien rawat inap itu hanya 3 orang. “Sekarang ini terdapat 6 pasien, ada yang terserang penyakit tipus dan sesak nafas. Dari pasien yang kami tangani ini ada yang harus tidur dilantai karena memang Puskesmas kekurangan kasur, bahkan harus memakai ruangan dokter karena ruangan pasien sudah tidak bisa menampung,” terangnya. Sejak awal bulan April, kata Zarawanda, pasien yang dirawat di Puskesmas Dungkek meningkat hingga kekurangan tempat rawat inap. “Pasien yang rawat inap bulan April ini, jumlah keseluruhan mencapai 55 orang sehingga Puskesmas harus memakai ruang bersalin, ruang BP, dan ruang administrasi serta ruang dokter,”ujarnya. Padahal, di Puskesmas Dungkek hanya memiliki 3 tempat tidur, sedangkan pasien rawat inap mencapai antara 6 hingga 10 orang, tiap minggunya. Ditempat terpisah, Zulkarnaidi, anggota DPRD Sumenep asal Dungkek menyatakan prihatin terhadap kondisi Puskesmas Dungkek tersebut. Banyak pasien yang menginginkan penyakitnya sembuh tapi ternyata sampai di Puskesmas itu harus berdesak-desakan dengan pasien lain. “Kondisi psikologis pasien setelah melihat kondisi tempat yang sangat tidak layak itu pasti mengalami penekanan, otomatis untuk penyembuhan penyakitnya akan mengalami kelambatan,”ungkapnya. ( Nita, Esha )