Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-08-2008
  • 499 Kali

Pandu, Sang Karateka Yang Menjadi Duta P3BL

News Room, Jum’at ( 01/08 ) Mada’i Pandu Wicaksono, siswa kelas XI IPA 5 di SMA Negeri I Sumenep yang berhasil menjadi Pemuda Pelajar Pelapor Berlalu Lintas (P3BL) yang menjadi Duta Sumenep sebagai Duta P3BL ke tingkat Jawa Timur rupanya memiliki segudang prestasi yang juga cukup membanggakan. Hal itu diketahui ketika News Room mencoba mengorek putera pertama dari tiga bersaudara pasangan Kumbara, SPd dan Dra. Suliati ini disela-sela kegiatan belajarnya di sekolah vaforit di Sumenep ini. Rupanya Pandu, begitu teman-temannya memanggilnya, juga seorang atlit karateka. Beberapa kali sempat menjuarai seni beladiri ini, diantaranya sebagai Juara I Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Karate Kelas Komite-60 tahun 2007 Kabupaten Sumenep, Juara III di Kejurcab yang sama di Kelas Kata tahun 2007, Juara III dalam Porseni Karate Komite 2008, peserta Kejurnas Malang Open 2007 serta banyak lagi yang diakui Pandu, lupa untuk menyebutkan. Menurut Karateka bersabuk coklat ini, dirinya memang dilatih disiplin oleh kedua orang tuanya yang sama-sama berprofesi pendidik, untuk hidup dengan kesederhanaan, dan tidak selalu menggantungkan pada orang tua. Kemandirian itu menurut Pandu, perlu dimiliki sejak dini, agar kelak dapat lebih bijak dan tidak sombong kepada siapapun. Karena kesulitan dalam kehidupan adalah tantangan yang harus dihadapi dan diperjuangkan. Ketika ditanya cita-citanya, Pandu mengaku belum memiliki cita-cita yang menjadi idamannya. Namun yang jelas, dirinya akan terus mengembangkan dunia atlitnya untuk menjadi atlit yang baik, hingga tingkat nasional, bahkan kalau bisa ke internasional. “Saya ingin mencari prestasi dulu lah, sebab dengan prestasi, nantinya akan lebih mudah mencari profesi yang kita harapkan,”ungkapnya. Dibidang pendidikan, Pandu mengaku tertantang untuk mendalami bahasa Jepang, sebab, kedua orang tuanya sama-sama pengajar bahasa Inggris. Jadi Pandu akan memilih kejuruan bahasa Jepang di perguruan tinggi nanti, karena saat ini memang diakui sangat senang dengan pelajaran itu. ( Ren, Esha )