Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-04-2006
  • 340 Kali

PADA TAHUN 2008, JAWA TIMUR BEBAS KUSTA

Sumenep-Kominfo News Room : Propinsi Jawa Timur diharapkan bebas dari penyakit kusta pada tahun 2008 mendatang. Hal itu didukung dengan dicanangkannya Gerakan Eliminasi Kusta (GEK) sejak 2004 lalu melalui gerakan penemuan penderita (GPP) kusta di seluruh pelosok Jawa Timur, terutama Kabupaten/Kota yang mempunyai angka pesakitan tinggi. Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur, H. Imam Utomo usai memimpin rapat Gerakan Eliminasi Kusta dan Persiapan Rapat Aliansi Nasional Eliminasi Kusta (ANEK) di Ruang Kertanegara, Jl. Pahlawan Surabaya, Jumat (28/04) kemarin mengatakan, meski angka penderita kusta sudah menurun tiap tahunnya, namun masih ditemukan penderita kusta baru setiap tahunnya. Hingga akhir 2005, 35% penderita kusta nasional berada di Jawa Timur (peringkat ketujuh di Indonesia). Sementara penemuan penderita baru rata-rata per tahun mencapai 6.000-7.000 penderita. Jumlah penderita usia anak 13 prosen, yang berarti masih bisa terjadi penularan serta jumlah penderita cacat permanent 11 prosen. Penderita terbanyak berasal dari 16 Kabupaten/Kota yang berada di pulau Madura dan daerah pesisir pantai. Di antaranya, Sampang, Sumenep, Kabupaten Probolinggo, Lamongan, Tuban, Lumajang, Bangkalan, Situbondo, Probolinggo, Pamekasan, Jember dan Pasuruan. Namun semuanya dapat dicegah dengan menyembuhkan dan meningkatkan kualitas hidup penderita kusta, mengintegrasikan pelayanan penderita kusta dalam pelayanan kesehatan dasar. Yang paling penting menghilangkan stigma sosial dalam masyarakat terhadap penderita kusta. “Sehingga penderita tidak merasa minder dalam bermasyarakat�, tuturnya. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, dr. Bambang Giatno. R, MPH menjelaskan, de-stigma-tisasi itu bisa dilakukan dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat. Kemudian dengan melatih guru unit kesehatan sekolah (UKS) tentang kusta serta pembekalan kepada anggota pramuka (Satya Bhakti Husada). Selain itu pihaknya juga berusaha dengan mengembangkan jejaring pelayanan dan rehabilitasi dengan menunjuk empat RSUD Propinsi sebagai rujukan medis. Yakni, RSUD dr. Soetomo Surabaya, RS Haji Surabaya, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dan RSUD Dr. Soebandi Madiun. Keempat RS itu sekaligus sebagai Pembina Kabupaten/Kota di sekitarnya dalam penanganan kusta. Disamping penunjukan RS Kusta Sumberglagah Mojokerto dan RS Kusta Kediri sebagai rujukan, rehabilitasi medik dan pemberdayaan mantan penderita. Dengan GEK, hasil yang telah dicapai Jawa Timur sampai saat ini adalah penemuan penderita baru meningkat, karena peningkatan peran RSUD dalam penemuan penderita baru. Tersusunnya buku pedoman penyuluhan bagi teman sebaya di Pondok Pesantren serta pembentukan Kelompok Perawatan Diri di Ngawi, Pasuruan, Lamongan dan Bangkalan. ( Info Jatim, Esha )