Media Center, Sabtu ( 12/11 ) Pimpinan Anak Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PAC IKA PMII) Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep menggelar Webinar Nasional melalui Zoom Meeting.
Webinar Nasional tersebut bertema "Persekusi Dalam Perspektif Sosio-Yuridis: Madura di Ambang Hukum Rimba?" dengan pemateri handal yang mumpuni dalam pengamatan dan hukum.
Para Pemateri tersebut, adalah Pimpinan Wilayah IKA PMII Jawa Timur, Firman Syah Ali, Pengamat Politik dan Hukum (Polhukum), Dr. Dian Ferricha, Pengamat Hukum, Dr. Qurrotul Uyun Fahmi dan Pengamat Radikalisme dan Terorisme, Islah Bahrawi.
Ketua IKA PMII Kecamatan Ganding, Rusydi mengatakan, tujuan diadakannya webinar nasional tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat sekitar yang mulai muncul tindakan persekusi, premanisme dan radikalisme di bumi Madura.
“Webinar ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai pemuda yang seharusnya bersikap peduli terhadap kondisi sosial masyarakat terkait munculnya kasus-kasus kekerasan, radikalisme dan persekusi di Madura,” kata Ketua IKA PMII K4 w Ganding dalam sambutannya, Jum’at (12/11/2021).
Ia juga menegaskan bahwa kejadian-kejadian semacam itu tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena dapat merusak tatanan hukum dan demokrasi yang telah diperjuangkan mati-matian oleh para pahlawan nasional. Bagaimana kasus persekusi, premanisme dan radikalisme tidak terjadi di Madura, bahkan kalau sudah terjadi bagaimana tidak akan terulang lagi.
Selanjutnya, Firman sebagai salah satu pemateri juga menegaskan bahwa kejadian-kejadian semacam itu tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena dapat merusak tatanan hukum dan demokrasi yang telah diperjuangkan mati-matian oleh para pahlawan nasional. Bagaimana kasus persekusi, premanisme dan radikalisme tidak terjadi di Madura, bahkan kalau sudah terjadi bagaimana tidak akan terulang lagi.
“Saya berharap orang Madura jangan sampai mudah ditunggangi oleh demagog-demagog yang berjubah agama sehingga kasus demikian itu tidak mudah terjadi,” ungkap Firman saat sambutan materinya.
Webinar tersebut diikuti oleh Tokoh Organisasi Masyarakat (ORMAS) dan para kyai-kyai NU Ganding, pengurus PAC IKA PMII dari beberapa kecamatan, serta kader-kader NU, dan masyarakat umum. ( KIM-Srikandi/Ismi,Fer )