Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-10-2015
  • 553 Kali

PAC GP Ansor Giligenting Peringati Hari Santri Nasional

News Room, Senin ( 26/10 ) Pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Giligenting peringati Hari Santri Nasional bersama ratusan santri se Kecamatan setempat. 

Kegiatan itu dikemas dengan melakukan Pawai Obor yang diberangkatkan dari depan Masjid An-Nasyir Aenganyar menuju Masjid Al-Hidayah Desa Galis Kecamatan Giligenting. 

Peringatan Hari Santri Nasional bertujuan untuk mempererat hubungan baik antar santri, masyarakat dan bangsa, guna menangkal masuknya aliran-aliran atau paham yang tidak sejalan dengan Ahlussunnah wal Jamaah. 

Acara tersebut dihadiri dan didukung oleh Koramil dan Kapolsek serta tokoh masyarakat setempat. 

Menurut Ketua GP Ansor Kecamatan Giligenting, Rodi Hartono mengatakan, santri adalah bagian besar dalam memperjuangkan NKRI yang akan direbut oleh tentara Inggris, maka dari itu Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Giligenting sangat mengapresiasi dan mendukung ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, karena pada tanggal tersebut terdapat peristiwa penting, pertemuan para santri dan para kiai sepuh NU se Indonesia yang dikenal dengan Resolusi Jihad. 

Rodi berharap, kami selaku Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Giligenting adalah bagaimana santri pada saat ini mengenang dan belajar banyak dari para kiai sepuh NU tersebut sebagai penerus anak bangsa. 

Sementara itu Wakil Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Giligenting, Yahya, S.Ag, M.Pd dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa Resolusi Jihad erat hubungannya dengan direbutnya kembali NKRI yang akan direbut oleh kaum penjajah, diantaranya negara sekutu Inggris yang dipimpin Mallabi yang pada akhirnya pimpinan sekutu tersebut tewas di tangan para santri serta Tentara Nasional Indonesia. 

Tanpa adanya Resolusi Jihad, maka Indonesia tidak akan pernah merdeka dan terus dijajah oleh negara sekutu. Oleh karena itu, dengan adanya peringatan Hari Santri Nasional yang bertepatan dengan bulan Muharram, maka para santri harus lebih maju dalam Imtaq dan Iptek, agar tidak ketinggalan dan dikucilkan oleh negara sekutu. 

Yahya menambahkan, pada akhir tausiyahnya memberikan penyemangat bagi kaum santri yang hadir, yakni santri cerdas, santri hebat, Indonesia Jaya, NU Luar Biasa, GP Ansor Allahu Akbar. ( Rahman, Fer )