News Room, Jum’at ( 14/05 ) Operasi Simpatik Semeru 2010, yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep, mengutamakan sikap keramah tamahan. Operasi tersebut akan berlangsung selama 20 hari, sejak tanggal 11 hingga 30 Mei 2010, dengan sasaran di tempat-tempat rawan terjadinya laka lantas, tempat perbelanjaan dan tempat pelayanan kantor pemerintahan. Pelaksana Harian (Plh) Kasatlantas Polres Sumenep, Ipda Fatikh Deddy Setyawan, mengatakan, Operasi Simpatik Semeru 2010 ini, penekanannya bukan tindakan langsung (tilang), tapi berupa teguran saja. “Untuk saat ini, polisi harus mengedepankan sikap keramah-tamahan. Artinya, kalau ada pelanggar lalu lintas, kami akan selalu memberikan pengarahan yang baik. Setiap pelanggar, semuanya akan ditegur secara simpatik, misal pelanggar yang tidak menggunakan helm, kami hanya berikan teguran saja, karena untuk tilang selama operasi ini ditiadakan,â€Âkata Fatikh, pada wartawan di kantornya, Jum’at (14/05). Selain itu, kata Fatikh, fokus dari operasi simpatik tersebut, untuk mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kemudian pembagian brosur dan pemasangan stiker himbauan lalu lintas terhadap semua kendaraan bermotor (ranmor). “Selama operasi simpatik yang sudah dilakukan 3 kali, menghasilkan 45 kali teguran kepada pelanggar ranmor. Diharapkan dengan kegiatan ini, angka kecelakaan di Sumenep berkurang dibandingkan tahun 2009 lalu,â€Âujarnya. Fatikh mengungkapkan, sesuai data, angka kecelakaan lalu lintas di Sumenep, sejak Januari hingga 14 Mei 2010, sudah mencapai 25 kejadian dengan 21 orang meninggal dunia. Sedangkan, untuk tahun 2009 lalu, angka laka lantas mencapai 86 kejadian, dengan 74 orang meninggal dunia. ( Nita,Esha )