News Room, Kamis ( 30/07 ) Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, terus menggencarkan operasi keamanan, demi menjaga kondisi wilayah hukum setempat tetap kondusif. Dalam operasi dengan sandi “Kilat Garamâ€Â, Polres Sumenep yang melibatkan semua unsur kekuatannya. Dalam operasi tersebut Polres Sumenep berhasil menangkap empat pelaku pencurian, baik pencurian dengan kekerasan maupun pencurian hewan, yang selama ini meresahkan warga. Operasi yang dilakukan dengan cara hunting tersebut, dilakukan dengan men-sweeping setiap warga yang akan masuk wilayah kota, seperti di perbatasan Sumenep-Pamekasan, baik wilayah Utara maupun Selatan. Kabag Ops Polres Sumenep, Kompol Ary Wahjudhi mengatakan, operasi Kilat Garam dilaksanakan sejak 22 hingga 31 Juli mendatang. Dalam operasi yang juga mencari bahan peledak (handak), pihak Polres belum menemukannya. Namun, ia dan anggotanya akan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap pelaku pencurian dan penyimpan bahan peledak. Diakuinya, dari 3 target operasi (TO) yang dibidik dalam operasi ini, justru pihaknya berhasil mengamankan 4 pelaku pencurian. “Hasil operasi ini memang melebihi target, tapi kami belum bisa puas. Sebab, pelaku pencurian lainnya masih bebas berkeliaran diluar,†terang Ary, pada wartawan dikantornya, Kamis (30/07). Keempat pelaku pencurian tersebut, Febri Eka Pribadi (23) warga Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget yang diduga terlibat pencurian dengan kekerasan, kemudian Ali (30), warga Campor Barat, Kecamatan Ambunten yang diduga terlibat pencurian hewan. Taufiqurrahman (18) warga Desa Benaresep Timur, Kecamatan Lenteng, diduga terlibat pencurian dengan pemberatan serta Fauzan (34) warga Desa Beragung, Kecamatan Guluk-Guluk, diduga terlibat pencurian hewan. Ia menjelaskan, sasaran kegiatan operasi ini, memang ditujukan pada pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pelaku pencurian hewan (curwan) serta pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). “Kami masih terus melakukan operasi dititik-titik yang dianggap rawan, terutama di wilayah perbatasan Sumenep-Pamekasan, sebagai akses keluar masuknya ranmor,†ungkapnya menambahkan. Untuk sementara, kata Ary, wilayah hukum Polres Sumenep dalam situasi yang kondusif. Namun demikian, pengawasan dan pengamanan tetap ditingkatkan. ( Nita, Adjie )