News Room, Selasa ( 28/04 ) Dwi Endang Susiyati (20) warga Dusun Ro’ koro’ Desa Pancor, Kecamatan Gayam (Pulau Sapudi), yang bekerja sebagai guru bantu di SDN Nyamplong, Kecamatan Gayam, tewas setelah dioperasi oleh dukun, Selasa (28/4) sekitar pukul 11.00 WIB. Selama ini, korban menderita penyakit gondok. Karena, semakin membesar, akhirnya korban nekat mendatangkan seorang dukun, Sahwi (50) warga Dusun Toggung, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, untuk mengoperasi penyakitnya dengan menggunakan pisau dan gunting. Dukun yang tidak lulus Sekolah Dasar (SD) itu beroperasi ala dokter di rumah korban. Usaha korban untuk menghilangkan penyakit gondoknya malah berbuah malapetaka. Korban tewas 3 jam setelah dilakukan operasi oleh dukun. Karena, mengalami luka leher dektra bagian kanan sepanjang 4 centimeter dengan kedalaman 2 centimeter. Nurul Saleh (39) warga setempat menjelaskan, tewasnya korban di tangan dukun ini karena urat vena korban putus. Korban langsung dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat. Namun, usaha untuk menyelamatkan nyawa korban gagal. “Selama ini pelaku dikenal sebagai dukun segala macam penyakit dan sering melakukan operasi pasiennya. Tapi, kali ini pelaku gagal untuk melakukan operasi gondok,†kata Nurul dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (28/04). Tidak lama berselang, petugas kepolisian dari Polsek Gayam, mendatangi lokasi kejadian dan menangkap pelaku. Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin, membenarkan peristiwa tersebut. “Pelaku telah diamankan di Markas Keplisian Sektor (Mapolsek) Gayam dan menjalani pemeriksaan,â€Âkata Mualimin pada wartawan dikantornya, Selasa (28/04). Barang bukti yang diamankan petugas berupa gunting, pisau kecil, jarum jahit, dan benang jahit. ( Nita, JuP-31, Esha )