Sumenep-Kominfo News Room : Menyikapi adanya teror bom di malam Tahun Baru 2007 mendatang, jajaran Polres Sumenep langsung bersikap tangkas. Terbukti, Selasa malam (26/12) personel Gabungan Fungsi Polres Sumenep menggelar Operasi Cipta Kondisi. Operasi tersebut dilaksanakan selama satu jam mulai pukul 21.00 hingga pukul 22.00 WIB. Kapolres Sumenep, AKBP Drs. Budiono Sandi, SH melalui Kabag Operasi, Komisaris Polisi Ary Wahjudhi menuturkan, sasaran Operasi Cipta Kondisi itu memang hanya memprioritaskan terhadap sajam, bahan peledak dan petasan. Operasi tersebut dilaksanakan di 2 titik, yakni di Desa Nambakor yang dipimpin langsung Kabag Operasi, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim. Kemudian di pertigaan cukir Desa Pamolokan yang dipimpin Kasat Samapta, Kasat Intelkam dan Kapolsek Kota. Masing-masing titik dijaga 20 personel gabungan fungsi, dengan menempatkan per-titik 1 anggota unit P3D. Kabag Operasi menandaskan, dalam operasi tersebut, untuk di titik Desa Pamolokan aparat berhasil menemukan 2 senjata tajam (sajam), berupa sebilah celurit dengan panjang sekitar 45 centimeter dan lebar 4 centimeter warna hitam dengan kondisi karat yang terbuat dari kayu warna coklat lengkap dengan pembungkus, barang tersebut diamankan dari tangan Suhartono (32) warga Desa Marengan Daya Kecamatan Kota Sumenep. Kemudian di titik Desa Nambakor, aparat juga berhasil menemukan sebilah pisau dengan panjang sekitar 30 centimeter lengkap dengan sarung pisau warna coklat, barang itu diamankan dari tangan Mislawi (45) warga Desa Saronggi Kecamatan Saronggi. Barang bukti berupa sajam tersebut, saat ini diamankan di Mapolres Sumenep. Lebih lanjut Kabag Operasi menegaskan, kegiatan Operasi Cipta Kondisi itu dilakukan, selain untuk mengamankan malam tahun baru dari ancaman bom, tapi juga untuk mengamankan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1427 Hijriyah. Kabag Operasi menambahkan, selama pelaksanaan operasi itu berlangsung, anggota diwajibkan menggeledah semua kendaraan bermotor beserta isi dan pengemudi maupun pembonceng. Bahkan, aparat juga menggeledah bus yang melintas di titik-titik dilaksanakannya kegiatan operasi tersebut. ( Nita, Esha )