Sumenep-Kominfo News Room : Komisi VII DPR-RI dan Departemen Agama (Depag) menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar 1.145,73 dolar AS dan Rp 830.000 per jama’ah, namun biaya itu belum termasuk komponen penerbangan yang komposisinya mencapai 45 prosen dari BPIH dan living cost (biaya hidup di Tanah Suci). “Kami sudah tawar menawar dengan Garuda, Saudi Arabian Airlines, bahkan Air Asia, tetapi tetap belum ada keputusan, mereka tak mau lagi menurunkan tarifnya. Kementerian BUMN belum menjawab,� kata Menteri Agama, Maftuh Basyuni di depan Komisi VIII DPR-RI di Jakarta, Selasa (09/05) malam. Komponen BPIH sebesar 1.145,73 dolar AS dan Rp. 830.000,00 itu terdiri atas biaya langsung (direct cost) sebesar 1.127.07 dolar AS dan RP. 457.913,00 serta biaya tidak langsung (Indirect cost) 18,67 dolar AS dan Rp. 363.869,26 dan program public relation Rp 13.216,84. Angka itu juga belum termasuk living cost 1500 Riyal (400 dolarAS), juga freeseat 11,15 dolar AS dan safeguarding sebesar satu persen dari BPIH. Tahun lalu, BPIH untuk zona I sebesar 2.632,44 dolar AS, zona II 2.732,44 dolar AS dan zona III 2.842,44 dolar AS dan komponen dalam negeri Rp. 722.327 untuk ketika zona, namun angka itu sudah termasuk komponen penerbangan dan living cost. Dengan demikian tarif BPIH 2006/1427 H kemungkinan naik lebih dari 100 dolar, jika angka tersebut memasukkan living cost dan komponen penerbangan seharga thun lalu. Dikatakan Menag, pihaknya telah meminta tarif penerbangan kepada Garuda minimal seperti tahun lalu yakni zona I (Aceh, Medan, Batam) sebesar 1.235 dolar AS, Zona II (Jakarta, Solo, Surabaya) 1.335 dan zona III (Makassar, Banjarmasin, Balikpapan) 1.435 dolar AS. Namun demikian, Garuda tak bersedia menurunkannya dan bertahan dengan tarif 1.279 dolar AS untuk zona I, 1.379 untuk zona II dan 1.479 dolar AS untuk zona III dengan alasan naiknya harga BBM, ujarnya. “Untuk menurunkan tarif komponen penerbangan bahkan pihaknya telah menawar Air Asia, namun harga final yang bisa diberikan Air Asia rata rata 1.463 dolar AS, malah lebih mahal dari Garuda,�katanya. Sementara itu, Komisi VIII DPR RI meminta Depag terus bernegosiasi dengan PT. Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines untuk menurunkan harga komponen penerbangan dalam BPIH. Hal ini karena sekarang ini dolar sudah turun menjadi Rp. 8.700,00 per dolar AS, bandingkan dengan kurs dolar tahun lalu sebesar Rp. 9.500,00, jadi seharusnya tarifnya turun, kata anggota DPR Zulkarnain Jabar. ( KCM,Ong )