News Room, Sabtu ( 04/08 ) Bulan Ramadhan membawa berkah bagi pengusaha cincau hitam di Kabupaten Sumenep. Permintaan setiap harinya melonjak tajam, seiring cincau menjadi minuman favorit warga muslim di ujung timur Pulau Garam Madura. Omzet pun meningkat. Mulyadi, salah seorang pengusaha cincau di Desa Parsanga, Kecamatan Gapura, mengatakan, pihaknya memproduksi cincau setiap bulan puasa saja, karena kebutuhan terhadap cincau sangat tinggi. “Kalau hari biasa permintaan sedikit. Makanya, kami produksi cincau satu tahun sekali yakni tiap bulan Ramadhan,” katanya. Produksi cincau, kata Mulyadi, setiap harinya terus meningkat. Jika awal puasa hanya produksi 2-3 blek, namun sekarang sudah mampu 5 blek lebih. “Alhamdulillah, omzet penjualan diatas Rp. 1 juta. Ini membuktikan cincau menjadi kebutuhan favorit bagi warga muslim disini,” terangnya. Mulyadi menerangkan, proses pembuatan cincau tidaklah sulit. Hanya, bahan bakunya harus didatangkan dari Solo, Jawa Tengah, seperti sako aren dan pohon cincau. Sedangkan bahan lainnya ada di pasaran Sumenep. “Proses pembuatannya dengan cara direbus dua kali. Lalu, air rebusan itu didinginkan selama 1,5 sampai 2 jam dengan menggunakan blek bekas. Nah, sudah jadi cincau hitam,” ungkapnya. ( Nita, Esha )